Buku ini merupakan kisah perjalanan seorang dokter berkebangsaan Australia yang memutuskan untuk menjadi sukarelawa di daerah
konflik di Beirut, Lebanon tepatnya di kamp-kamp pengungsi Palestina. Sebagai seorang nasrani, pada awalnya ia mendukung Israel. Namun, serangan demi serangan yang dilancarkan Israel ke Lebanon yang menewaskan ratusan ribu warga sipil mulai mengubah cara pandangnya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mendaftar sebagai sukarelawan di Lebanon.
Perjalanannya ke Lebanon telah mengubah pemikirannya terhadap warga Palestina, yang semula ia pikir sabagai teroris. Namun, setelah menjadi sukarelawan di sana, ia melihat dengan matanya sendiri bahwa informasi yang selama ini ia dapat tidak benar.
Buku ini merupakan kesaksian dari seorang dokter yang merawat para korban perang di Timur Tengah. Dalam buku ini kita dapat melihat bagaimana sebenarnya kondisi warga sipil Lebanon dan Palestina saat Israel menyerang. Bagaimana ketika para dokter harus merawat begitu banyak korban perang yang banyak, sementara peralatan yang ada sangat terbatas. Bagaimana mereka bertahan hidup dalam keadaan yang mencekam. Bagaimana semangat mereka yang tidak pernah surut walaupun serangan dari Israel tak pernah jelas kapan akan berakhir. Walaupun Israel telah meluluh lantahkan rumah serta membunuh keluarga-keluarga mereka, namun semangat mereka untuk tetap bertahan dan melawan Israel. Mereka berhak mendapat perlindungan.
Dan buku ini, akan menyadarkan kita bahwa saat kita sedang menikmati kehidupan yang mewah, di belahan bumi lain ada orang-orang yang sedang berusaha untuk hidup.