Pernahkah Anda membaca Laskar Pelangi?Novel terbaik yang ditujukan untuk Indonesia ini,berhasil
memukau pembaca luar negeri dengan alunan setiap kalimat yang spektakuler.Bagaimana jika ada novel yang hampir sama dengan Laskar Pelangi?Itulah novel yang berjudul Mayan.Novel karya Sanie B.Kuncoro ini akan membuat inspirasi pada setiap pembacanya.
Mayan menceritakan kisah haru biru yang dialami seorang gadis kecil muslimah yang tinggal di pedalaman China dengan keterbatasan dalam menggapai cita-cita.Miskin,jauh dari kota,tanpa ada yang mendukung cita-citanya itu.Berbeda dengan Ikal dalam Laskar Pelangi.Ada sosok Ibu Muslimah yang membuat Laskar Pelangi menjadi laskar.Pak Harfan yang bijaksana dan penuh kebapakan.Teman-teman yang setia seperti Laskar Pelangi.Mayan tidak ada.Mayan dalam kesendiriannya terus mengejar cita-cita.
Gadis kecil itu lahir dari keluarga yang sangat miskin,di sebuah daerah yang sangat tandus,kerap terjadi kekeringan.Mayoritas penduduknya adalah suku Hui.Penghasilan tahunan di tempat Mayan tinggal hanya 400 Yuan yang jika dibandingkan penghasilan rata-rata China mencapai 6000 Yuan dan bahkan berkali-kali lipat dengan Shanghai yang mencapai 33000 Yuan.Desa Mayan bernama Zangjiashu.Sekolahnya teletak di daerah Yuwang yang temasuk dalam segitiga Zi Hai Gu yang mempunyai kepanjangan dari Xiji,Hai dan Chuan.Yang membuat kita agak miris ialah jalur perjalanan Mayan ke sekolahnya lebih kurang 20 km yang melewati ladang,jalanan yang berbukit,bahkan bahaya baik dari binatang maupun dari manusia.Terkadang sesekali Mayan menumpang pada traktor yang melontas dengan ongkos 1 Yuan.
Suatu ketika kemiskinan yang hebat melanda keluarga Mayan.Biasanya setiap minggu Mayan diberi uang saku sebesar 1 Yuan.Itu pun hanya cukup membeli sedikit lauk pauk.Ia ingin membeli pena yang harganya 2 Yuan.Maka ia pun berpuasa demi sebuah pena itu.Ia hanya makan nasi putih dan air putih.Pada mingu ketigalah baru ia bisa membeli pena tersebut.
Tetapi dengan pena yang didapatkannya dengan berpuasa 3 minggu itu,Mayan menuliskan lirik motivasi dari kisah panjang hidupnya di catatan hariannya itu,yang menginspirasikan banyak orang.Ia menuli satu kalimat yang membuat ia sadar.Isinya:"Kecuali kepada diri sendiri,kita tak bisa mengandalkan diri kita kepada siapa pun,sekalipun orang itu adalah kerabat sendiri"
Dalam buku ini menceritakan bahwa Mayan tidak pernah menuliskan apa yang dialami,dirasakan,dilihat ke dalam catatan hariannya dan catatannya hanya sarat makna.Catatan ini ditujukan kepada orang tuanya kendati mereka tidak pandai membaca.Ia pernah bersedih karena catatan yang melengkapi hidupnya itu dijadikan sebagai pembalut rokok ayahnya.Hilanglah catatan inspirasi hidupnya.
Dibalik keberhasilan Mayan,Tidak lepas dari tangan ibu yang selalu menggenggam cita-cita anaknya.Mengantarkan anaknya lewat segenggam asa sampai gerbang masa depan yang lebih baik dan Mayan berhasil bersekolah ke Perancis seperti Ikal yang meneruskan cita-citanya sampai ke negri mode dunia itu.
Buku ini sangat menarik untuk dibac dan memotivasi hidup agar kita lebih mandiri dari orang lain.