Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Perkecambahan

Perkecambahan

oleh: firmanpilo     Pengarang : pilo
ª
 
Perkecambahan dan Pertumbuhan Kecambah
Leguminoceae Dibawah Pengaruh Medan Magnet


Pendahuluan
Secara kemagnitan, semua bahan/unsur yang ada di alam semesta dibedakan ke dalam bahan atau unsur yang lebih memiliki sifat kemagnetan feromagnetik, paramagnetik, atau diamagnetik, termasuk unsur-unsur hara penyusun jaringan tumbuhan dan berbagai senyawa organik di dalam sitoplasma tumbuhan. Keberadaan medan magnet di sekitarnya diduga mempengaruhi polarisasinya/magnetisasinya. Keberadaan medan magnit di sekitar bahan/unsur yang bersifat diamagnetik akan menyebabkan bahan/unsur tersebut mengalami magnetisasi dengan arah yang berlawanan dengan medan magnit tersebut sedangkan arah magnetisasi bahan/unsur yang bersifat feromagnetika dan paramegnetik akan searah dengan medan magnet (Reitz dkk., 1994).
Sebagai organisma yang tidak dapat bergerak bebas, tumbuh kembangnya tanaman sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan di sekelilingnya termasuk gelombang elektromagnetik baik berupa gelombang medan magnit maupun medan listrik. Fenomena respon tumbuhan terhadap medan magnit telah menarik para peneliti untuk mengkajinya lebih jauh.
Pengaruh medan magnet terhadap metabolisma tumbuhan telah banyak dilakukan, namun respon tumbuhan terhadap perlakuan medan magnet berbeda tergantung pada kuat medan magnet dan lama perlakuan, jenis, dan umur tumbuhan (Putra, 2003, Esitken dan Turan 2004, dan Fahmi 2006).
Observasi pada kultur tunas nilam (Pogestemon cablin Benth) yang diletakkan di atas kutub utara magnet menunjukkan adanya pembesaran diameter batang dan pertumbuhan akar adventitif pada ruas batang. Fenomena yang serupa tidak terlihat pada nilam yang tidak mendapat perlakuan medan magnet (Putra, 2003). berdasarkan fenomena di atas, studi ini dilakukan untuk melihat kemungkinan pemanfaatan energi medan magnet untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Metode Penelitian
Bahan dan alat

Bahan
Benih kedelai (Glycin max (L.) Merr.) varietas Krakatau diperoleh dari Lab Benih Jurusan Budi Daya Pertanian Unila. Benih yang digunakan adalah yang mempunyai berat ± 0, 1 gram, berkulit halus dan tenggelam saat direndam.
Benih kacang hijau (Vigna radiata Linn.) diperoleh dari toko benih. Benih yang digunakan adalah yang berkulit halus, dan tenggelam saat direndam
Kemikalia yang digunakan adalah kemikalia untuk larutan Hoagland lengkap untuk permbuhan
kecambahan kedelai.

Alat
Sebagai sumber medan Magnet digunakan solenoida yang dihubungkan dengan transformator yang telah diberi dioda. Kuat arus, jumlah lilitan, jari-jari soleinoda ditentukan sedemikian rupa sehingga dapat dihasilkan kuat medan Magnet sesuai dengan yang diinginkan dalam penelitian ini (110, 165, dan 275 A/m untuk kacang hijau dan 220 A/m untuk kedelai). Posisi arah arus diatur sehingga arah medan Magnet menjauhi pusat bumi (Gambar 1)

Metode
Benih dikecambahkan pada media kapas berair dalam petridish yang diletakkan di tas soleinoda (Gambar 1). Selama pengamatan, kandungan air media dikontrol sehingga kandungan air untuk setiap perlakuan diusahakan tetap sama. Pada studi kedelai, setelah hijau daun mulai terbentuk (hari ke-5), air diganti dengan larutan Hoagland lengkap.

Perlakuan dalam penelitian medan Magnet terhadap kacang hijau dan kedelai dapat dilihat pada

Hasil dan Pembahasan
Pengukuran terhadap kecepatan perkecambahan baik pada kacang hijau maupun kedelai menunjukkan pengaruh yang sama yaitu Medan Magnet meningkatkan kecepatan perkecambahan dibandingkan control

Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian lain yang menunjukkan bahwa medan magnet memberikan efek positif terhadap perkecambahan beberapa spesies tanaman obat yaitu: Calendula officinalis (Criveanue dan Georgeta, 2006); tembakau (Aladjadjian dan Ylieva, 2003); gandum, jagung, dan beet (Rochalska dan Orzesko-Rywka, 2005). Baik pada kecambah kacang hijau maupun kedelai pemberian medan magnet tidak memberikan perbedaan yang nyata terhadap laju pertumbuhan kecambah. Namun demikian, data Tabel 3 Gambar 2 (pertumbuhan kecambah kacang hijau) dan Tabel 4 Gambar 3 (pertumbuhan kecambah kedelai) menunjukkan bahwa medan perlakuan medan magnet menyebabkan perbedaan terhadap laju penurunan pertumbuhan kecambah seperti terlihat pada sigmoid pertumbuhan kecambah kacang hijau dan
kecambah kedelai kecuali untuk perlakuan kuat medan magnet 275 A/m pada kedelai. Pada kacang hijau, laju penurunan pertumbuhan kecambah mulai teramati setelah hari ke-8 perkacambahan kecambah.

Diterbitkan di: 13 September, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana saran terhadap perkecambahan biji kedelai Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara membuat proposal tentang metode ilmiah pengaruh jenis air perendaman terhadap kecepatan perkembangan biji kacang hijau Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang bikin kecambah lambat berkembang?? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    table proses pertumbuhan kacang kedelai Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana pengaruh magnet terhadap pertumbuhan tanaman Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    perkecambahan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tolong jelaskan tahap tahap pertumbuhan atau perkembangan biji kedelai Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    enzim enzim apa yang terdapat pada proses perkecambahan Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.