• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Agama Sebagai Pengendalian Moral dan Kesusilaan

.

Agama Sebagai Pengendalian Moral dan Kesusilaan

oleh : imine    

Pengarang : Dawam Pribadi
Agama Sebagai Pengendalian Moral dan Kesusilaan
Telah kita ketahui betapa pentingnya pendidikan moral
bagi anak. Pendidikan moral bagi anak. Pendidikan moral tidak berarti hanya memberi pengertian tentang mana yang baik dan mana yang buruk menurut nilai atau kesusilaan.
Seperti ditegaskan oleh Dewey, yang dikutip M. Ngalim Purwanto (1992 : 198), bahwa :
“………….Pendidikan kesusilaan tidak akan berhasil hanya dengan berpidato saja tentang yang baik dan yang buruk”.
Dalam dunia modern, orang kelihatan kurang mengindahkan agama,. Anak-anak dibesarkan dan menjadi dewasa, tanpa mengenal pendidikan agama, terutama pendidikan agama dalam rumah tangga, dan hal ini terintegral di bagian yang menyertai kepribadian agama dalam rumah tangga, dan hal ini terintegral di bagian yang menyertai kepribadian dan sikap seseorang, Maka keyakinannya itulah dikemudian hari akan mengawasi segala tindakan-tindakan, perkataan bahkan perasaan, jika terjadi tarikan orang kepada sesuatu yang nampaknya menyenagkan dan meggembirakan maka keimanannya cepat bertindak apakah hal tersebut boleh ataukah terlarang oleh agama, andaikan termasuk hal-hal yang terlarang. Betapun tarikan luar tak diindahkan karena ia takut melaksanakan yang terlarang oleh agama, dan hal inilah yang sebenarnya yang menjadi titik perhatian para ahli yang mengemangkan dunia pendidikan dan pengajaran, serta pengajaran agama Islam pada khususnya.
Akan tetapi sudah menjadi suatu strategi dari dunai maju, dimana segala sesuatu hampir dapat dicapai ilmu pengetahuan, sehingga keyakinan beragama mulai terdesak. Kepercayan Tuhan tinggal sebagai symbol larangan-larangan dan suruhan-suruhan-Nya tidak diindahkan lagi. Dengan longgarnya pegangan kepada ajaran agama, maka hilanglah kekuatan pengontrol yang ada dalam dirinya. Dengan demikian satu-satunya alat pengawas dan pengatur moral yang dimilikinya adalah masyarakat dengan hukum serta pengaturannya, dan biasanya pengawasan masyarakat dengan berbagai perangkat hukum dan pengaturannya itu tidak sekuat pengawasan dari dalam diri sendiri, karena pengawasan masyarakat itu datang dari luar, jika orang itu tidak tahu tidak ada orang yang disangka perbuatannya maka dengan senang hati orang itu berani berbuat atau melanggar peraturan-perturan dan hukm-hukum sosial itu dan apabila ia dalam masyarakat itu banyak orang yang melakukan pelanggaran moral, dengan sendirinya orang yang kurang kenyakinannya maka akan mudah pula meniru malukukan perbuatan pelanggaran-pelanggaran yang sama.
Dan yang lebih berbahaya dalam hal ini adalah orang yang pandai tetapi tidak beragama ataupun tidak memiliki sebuah keyakinan terhadap adanya Tuhan. Mereka itu dengan mudah menyelesaikan, mengelabui dan membujuk orang kepada perbuatan-perbuatan yang amoral. Maka untuk menjaga keamanan dan keterampilan masyarakat, perlu diadakan pengawasan yang ketat, karena setiap orang dapat menjaga dirinya sendiri, tidak mau melanggar hukum dan ketentuan-ketentuan Tuhan-Nya.
Semakin jauh agama, semakin susah memelihara moral seseorang dalam masyarakat itu dan kacaulah suasana karena semakin banyak pelanggar atas hak, hukum serta nilai-nilai moral.
Pembinaan moral seharusnya dilaksankan sejak anak masih kecil, disesuaikan dengan kemampuan dan umurnya. karena setiap anak lahir belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah serta belum tentu tahu batas-batas dan ketentuan moral yang berlaku dalam lingkungannya.tanpa dibiasakan menanamkan sikap dan dianggap baik untuk pertumbuhan moral, anak-anak dan dibesarkan tanpa mengerti moral.jika perlu diingat bahwa pengertian tentang moral belum tentu menjamin adanya tindakan moral. Banyak orang yang tahu sesuatu perbuatan adalah nyata salah, akan tetapi dilakukannya juga perbuatan tersebut. Moral adalah bukan sesuatu pelajaran yang dapat dicapai hanya dengan mempelajarinya saja, tanpa membiasakan hidup bermoral dari kecil.
Diterbitkan di: September 09, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.