• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Marketing in Crisis

.

Marketing in Crisis

oleh : imanasri    

Pengarang : Rhenald Kasali
Mengobati Krisis dengan Marketing Therapy
ALKISAH, seorang pemuda sedang duduk di bawah pohon rindang. Raut mukanya
tampak kesal, sedih dan kecewa. Tiba-tiba dia melihat seekor laba-laba sedang membuat sarangnya di antara ranting sebatang pohon tempat dia duduk. Karena kesal, dia iseng mengambil ranting dan menumpahkan kekesalannya pada sarang laba-laba itu hingg hancur.
Apa yang dilakukan laba-laba itu setelah sarangnya hancur? Ia berusaha lagi merayap, merajut, melompat, membuat sarangnya lagi. Setiap helai benanga yang dihasilkan dari tubuhnya dipintalnya dari awal hingga sarangnya jadi. Lalu, si pemuda itu penasaran dan dirusaknya kembali sarang laba-laba itu. Namun, laba-laba tetap saja mengulangi lagi kegiatannya mulai dari awal dengan semangat tanpa mengenal lelah hingga akhirnya sarangnya pun jadi kembali. Begitu terus-menerus dilakukan oleh laba-laba setiap kali si pemuda merusak sarangnya.
Perumpamaan cerita diatas tepat sekali menggambarkan kondisi Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir. Krisis ekonomi 1997/1998 yang mengakibatkan ekonomi nasional hancur. Bermula dari jatuhnya baht Thailand disusul peso Filipina dan akhirnya merontokkan rupiah Indonesia sampai menembus angka Rp. 17.000 per USD.
Kejadia serupa juga dialami Indonesia pada 2008/2009. bermula dari krisis kredit macet perumahan berisiko tinggi (subprime mortage) di AS yang berkembang jadi krisis keuangan global, termasuk menghantam ekonomi Indonesia. Terbukti PHK meningkat, daya beli menurun, sector usaha mengalami koreksi target tahunan, dan kemiskinan bertambah banyak. Singkatnya, krisis yang terjadi di Indonesia 1997/1998 dan 2008/2009 lebih disebabkan oleh factor luar (external factor) dibandingkan factor dalam (internal factor).
Cara Rhenald mengobati pasien yang terkena krisis ia sajikan dalam buku ini. Di rumah perubahan, para eksekutif perusahaan diajak bahu-membahu menyeberangi perahu, mencari harta karun, menyeberangi sungai, lalu bergandengan tangan memeriksa kembali core belief masing-masing. Mereka datang sore hari, melakukan renungan di pagi buta, menonton film-film pilihan yang dipimpin langsung oleh Rhenald. Setelah itu, mereka diajak untuk memetakan kekuatan dan mamahami makna krisis serta mencari jalan keluar dari segala kesulitan.
Diterbitkan di: Agustus 19, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.