• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Mimpi-mimpi lintang, MARYAMAH KARPOV

.

Mimpi-mimpi lintang, MARYAMAH KARPOV

oleh : zairasyh     

Pengarang : Andrea Hirata
Seperti ketiga buku sebelumnya, yaitu Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor, buku karya Andrea Hirata ini penuh dengan
inspirasi positif bagi para pembacanya. Lembar awal buku ini bercerita tentang keberhasilan Ikal menyelesaikan gelar Masternya di Universitas Sourbone, Perancis. Kemudian kepulangan Ikal ke tanah kelahirannya, Pulau Belitong, yang saat ini juga telah menjadi cukup terkenal setelah film Laskar Pelangi membuming sebelum buku ini di-launching.
Ketika dibaca pada tiap lembarnya, judul buku ini memang memiliki perbedaan dengan ketiga buku Andrea Hirata sebelumnya, yang langsung bertumpu pada satu kalimat untuk menyimpulkan isinya. Sementara pada buku keempat dari Tetralogi Laskar Pelangi ini, ketiga hal yang termuat dengan indah pada sampul depan buku yaitu mimpi-mimpi lintang, Maryamah Karpov, serta gambar seorang wanita dengan biola, adalah pecahan di beberapa bab (mozaik) buku ini, yang sebenarnya merupakan pendukung dari inti isi buku ini yaitu usaha ikal dalam menemukan A-ling.
Dan kerinduan Ikal pada A-ling diawali dengan sebait puisi
”Tak tahu engkau dimana
Tapi kulihat engkau, di antara bayang pohon willow
Ku dengar suaramu, dalam riak Sungai Darrow
Dan kucium dirimu, dalam angin yang berhembus dari utara
Lalu tergambar pula dalam lembar-lembarnya, banyak rintangan yang dilalui ikal dalam menemukan A-ling. Dan seperti sebuah kalimat ’demi cinta lautan kan kusebrangi’, ikal benar-benar harus menyebrangi lautan dalam menemukan cinta-nya, keberanian dan keteguhan hati telah membawa Ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Ikalpun membuat perahu dengan tangannya sendiri, yang ia beri nama ’mimpi-mimpi lintang’. Sementara semua orang disekelilingnya kemudian meremehkannya terutama orang-orang yang sering berkumpul di warung kopi di kampungnya, yang juga merupakan tempat seorang yang disebut mak cik maryamah yang jago bermain catur sering membagi ilmu catur karpov-nya. Ikal banyak menemukan pelajaran berharga ketika akan membuat perahu yang sepanjang hidupnya belum pernah ia membuatnya. Dan diantaranya adalah belajar dari biola, sebuah nasehat Lintang yang berbunyi "kesulitan akan gampang dipecahkan dengan mengubah cara pandang, Boi." terucap oleh Lintang setelah mengawalinya dengan kisah biola dan segala kerumitan memainkannya hingga melebarkan pemikiran dan menjadikan bermain biola itu mudah. "Begitu pula dengan perahu," katanya dengan mata pintarnya yang berkilauan.
Kisah cinta power ranger-nya ikal, Arai dengan Zakiah Nurmala yang pada buku sebelumnya sudah terkisah itu-pun Happy ending di dalam buku ini, Mahar-pun menemukan gadis di pulau Karimata, ketika Mahar menemani ikal dalam penjelajahan mengarungi lautan menemukan A-Ling. Akhir dari cerita dalam buku ini-pun Happy ending, walau masih tergambar hambatan yang tiada berakhir seperti kehidupan dan segala masalahnya yang masih berdetak.
Buku ini berisi banyak hal yang dapat menjadi pelajaran hidup, salah satunya adalah adalah bagaimana sesorang yang diremehkan dan dihina oleh banyak orang bisa membuktikan bahwa dirinya mampu berjuang dalam hidup, dan mungkin bahagia diakhirnya, tentunya dengan kerja keras, doa, usaha, ikhlas, tawakal, sabar dan syukur...
Selain itu, buku ini juga menggambarkan bahwa ikal menghargai kebudayaan daerahnya, yaitu pulau belitong, walau ada beberapa bagian buku yang sedikit menilai jelek kebiasaan orang belitong sendiri. Buku inipun mengajarkan untuk menghargai persahabatan dan keluarga, yaitu bagaimana ikal mampu menilai keluarga dan sahabatnya dengan cinta dan positif, dan bagaimana seorang lulusan Sourbone, Perancis, itu menerima pendapat Lintang.
unsur yang terkandung dalam novel ini begitu beragam, dari budaya, romantisme cinta, pola tingkah lugu dan jenaka, hingga ilmu dan sains, serta pemikiran intelektual. bait-bait puisi-pun tertoreh indah pada beberapa bagian buku...
Tahukah dirimu kawan?
Dalam serpih-serpih cahaya
Dan gerak-gerik halus benda-benda
Tersimpan rahasia
mengapa kita ini ada...

Diterbitkan di: Agustus 03, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.