Sebagaimana asal para penulis di buku ini, maka pengalaman yang ditampilkan adalah pengalaman bersetting budaya barat, bagaimana
para guru di barat sana memulai pengalamannya menjadi guru, menemukan cara terindah dan tips-tips unik sebagai guru. Buku ini bercerita bagaimana para guru mendorong diri mereka sendiri pada batas teratas kemampuan mereka untuk melahirkan anak-anak yang diharapkan seperti menjadi semangat dalam belajar, terlepas dari trauma sosial di keluarga, memberikan respek pada lingkungan dan lain-lain.
Tulisan-tulisan di buku ini mengungkapkan sebuah usaha yang sangat keras untuk mencintai profesi guru dan menikmati buah dari keberhasilan dalam menjalani prosesnya, seperti pada judul "Pernah ke Disneyland?' atau pada "Tidak Perlu Membuang Waktu dengan Anak-Anak itu" yang menggambarkan kesediaan guru untuk 'berurusan' dengan anak-anak yang telah mendapatkan cap 'gagal' dikeningnya.
Manfaat penting dari buku ini adalah menginspirasi guru tentang bagaimana mengubah diri agar dapat menggubah sekumpulan anak yang berbeda watak dan latar belakangnya. Adalah tidak nyaman memasuki suatu kelas dengan anak-anak yang datang untuk menantang kesabaran guru, tetapi ternyata mereka dapat berubah manis ketika guru kelihatan 'tidak gerah' dengan perbuatan mereka, bahkan dengan lembut menelusup ke dalam hati-hati mereka untuk mengatakan, "kami guru, kami akan dengan sabar membuat kalian berubah, dan membuat kalian berubah menjadi manis, tanpa kalian menyadarinya".