Like Father, Like Son
Ketika Sulaiman Bin Malik wafat, Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah pengganti turut serta
dalam pemakaman Sulaiman Bin Malik. Setelah selesai memakamkan jenazah Sulaiman Bin Malik, Umar Bin Abdul Aziz merebahkan sejenak, tiba – tiba seorang pemuda bertanya “apa yang hendak engkau lakukan wahai Amirul mukminin? Khalifah Umar Bin Abdul Aziz menjawab “biarkan aku tidur barang sejenak, aku sangat lelah dan capai. Namun pemuda itu tidak puas dengan jawaban tersebut, apakah engkau akan tidur sebelum mengembalikan barang yang diambil secara paksa wahai amirul? Tanya pemuda tersebut kembali. Jika tiba lepas shalat dhuhur, aku akan kembalikan bersama dengan orang-orang, jawab Umar Bin Abdul Aziz. “Siapa yang menjaminmu hidup sampai setelah zuhur, wahai amirul mukminin? Pemuda itu bernama Abdul Malik, ia adalah putera Amirul Mukmini, Umar Bin Abdul Aziz. Itulah like father like son.
Begitu pula dengan buku Cinta di rumah Al Banna, sebuah catatan keseharian Imam Syahid Al Banna di rumah bersama keluarganya. Hasan Al Banna memiliki kebiasaan yang tidak biasa dilakukan oleh para ayah zaman sekarang, ia mencatat seluruh kejadian-kejadian penting terhadap anaknya, mengantarkan bekal kepada anaknya di sekolah setiap hari, melakukan perjalanan dakwah bersama anak-anaknya pada beberapa musim. Hasan Al Banna tidak pernah marah, suara nya tidak pernah meninggi di rumah, selalu memperhatikan kebutuhan rumah selama satu bulan. Subhanallah.