Setiap kehidupan memerlukan kematian sebagai argumentasi peran, prilaku atau bahkan pilihan - pilihan kehidupan
hidup kita. Itu lah mengapa, kematian seseorang, baik teman, saudara atau siapa saja di sekitar kita, terkadang dapat merubah sikap seseorang, dari seorang pemabuk menjadi seseorang yang alim.
Namun demikian, kematian mengajarkan kita tentang sikap konsisten terhadap apa - apa saja yang mempengaruhi kematian kita, mempengaruhi bagaimana kematian yang akan kita jalanin.
Kematian adalah ketidakpastian hidup, dengan ketidakpastian ini lah yang kemudian membuat kita demikian unik, mereka yang sukses kehidupannya di dunia, tidak selalu mencerminkan kesuksesan kehidupan setelah kematian, celakanya kematian dan kehidupan sesudahnya lah yang akan menjadi kehidupan sesungguhnya.
Merenungi bagaimana kematian menghampiri kita adalah upaya kita untuk melihat secara jelas, tentang rencana, proposal hidup, standar kesuksesan dan hal - hal lainnya yang kita pilih dalam seluruh kehidupan kita.Kematian berarti batasan, ketidakpastian, ada jebakan waktu, jebakan kesuksesan, harapan dan kecemasan, hingga usaha, doa dan takdir. Itulah yang kemudian menjadi penangkal atau pembetot kesadaran kita akan pentingnya mengingat kematian, dan kematian memberikan pilihan, antara husnul khatimah atau Suul khatimah.