Aduh, saya merasa ditampar oleh paparan harian dalam buku ini, betapa sampai hari ini saya begitu belum maksimal dalam
melaksanakan tugas – tugas besar saya sebagai seorang suami. Buku ini begitu menguras ingatan saya tentang bagaimana saya mengatasi masalah demi masalah tentang istri saya, dan bagaimana seorang suami dalam buku ini menempatkan dirinya dengan baik sebagai pemimpin bagi anak – anak dan istrinya.
Buku setebal 72 halaman ini cocok menjadi teman perjalanan bagi anda yang sering keluar kota, selain ramping, buku ini akan menerangkan bagaimana seharusnya anda bersikap terhadap kekeliruan – kekeliruan yang dilakukan oleh para wanita, atau bagaimana seorang istri mendapatkan dirinya dalam kekeliruan di hadapan suaminya.
penulis telah berhasil memoles catatan harian ini menjadi demikian menarik. Padanya terdapat pelajaran dan hikmah – hikmah yang baik bagi kehidupan rumah tangga. Hal yang menarik untuk diperhatikan adalah bagaimana pola komunikasi yang dilakukan oleh suami terhadap istrinya, betapa Al Qur’an benar – benar dijadikan rujukan, dan As Sunnah menjadi sumber yang tidak pernah kering. Suami istri ini kemudian saling menyuguhkan berbagai dalil yang sesungguhnya dekat dengan keseharian kita.
Selain menyuguhkan pelajaran penting bagi seorang suami, buku ini juga baik untuk dibaca dan dipelajari oleh setiap istri. Buku yang ditulis layaknya semacam catatan harian seorang suami, buku ini seharusnya menjadi celah informasi bagi seorang istri tentang prilaku – prilaku umum yang dihadapi oleh seorang suami terhadap istrinya, dan ini yang kemudian bisa dijadikan bahan rujukan. Dari kesemua pelajaran penting dari buku ini, saya benar – benar melihat bangunan yang utuh tentang bagaimana proses pembangunan rumah tangga sejak awal, bagaimana komunikasi yang dibangun. Saya sadar, buku tersebut telah mencampakkan saya dalam sebuah kesadara, bahwa membina rumah tangga yang salimah dunia akherat, tidak semudah membalikkan kedua tangan.