Dalam buku tersebut diungkapkan sebuah fenomena yang yang terjadi di
alam semesta, yang berkaitan dengan kehidupan manusia
dalam menjalankan aktivitasnya sehari serta mencapai tujuan tertentu.
Tidak biasa dipungkiri bahwa fenomena atau hal yang dibahas dalam buku ini menimbulkan banyak kontroversi, mengingat hal yang dibahas terdapat unsur-unsur filsafat yang terkandung di dalamnya. Bahwa untuk memahami filsafat tidak dapat setiap orang dapat memahaminya. Suatu fenomena yang dibahas dalam buku tersebut ialah mengenai suatu hukum yang pada
alam semesta.
Hukum ini adalah seperti layaknya hukum gravitasi yang ada di bumi, dimana hukum tersebut secara alamiah memang ada dan terjadi pada muka bumi ini. Hukum yang dibahas dalam hal ini akan berkaitan dengan setiap aktivitas yang dilakukan oleh setiap manusia di muka bumi ini, terutama berkaitan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu oleh setiap manusia.
Hukum tersebut ialah
hukum tarik menarik.
Cara kerja hukum ini ialah bahwa pikiran manusia akan memberikan frekuensi pada alam semesta untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk realita yang ada. Maksudnya apa yang dipikirkan oleh manusia yang itu selaras dengan frekuensi dari alam semesta, akan menjadi suatu hal yang nyata.
Dalam hukum tersebut, dapat digambarkan sebagai analogi nya ialah bahwa manusia diibaratkan sebagai magnet yang mempunya energi serta kemampuan untuk menarik segala sesuatu yang ada. Dalam hal ini segala sesuatu yang ditarik oleh pikiran manusia tersebut, tidak hanya terbatas pada hal - hal baik, namun juga berlaku untuk hal - hal yang membawa dampak buruk bagi manusia. Hal ini tergantung dari apa yang ada dalam pikiran manusia.
Dalam hukum tersebut diibaratkan alam semesta memiliki catalog untuk apapun yang diinginkan oleh manusia. Alam semesta memiliki persediaan yang tak terbatas untuk apapun yang diinginkan oleh manusia. Pencapaian tujuan dan maksud manusia dalam hal ini sangat ditentukan dari bagaimana sikap dan cara manusia meminta pada alam semesta. Hal ini terutama berkaitan dengan sikap dari manusia tersebut.
Terdapat 3 langkah untuk dapat memiliki apapun yang manusia inginkan.
1. Meminta
Dalam langkah ini sangat ditekankan perlunya setiap manusia dapat secara sadar meminta dengan tulus apa yang diinginkannya .
2. Percaya
Dalam langkah ini, setiap individu diharuskan mampu percaya akan apa yang akan dimilikinya nanti. Setiap individu tidak perlu mengetahui bagaimana jalan atau cara – cara yang ada demi tercapainya tujuan tertentu, hal ini adalah porsi dari alam semesta, sedangkan tugas dari setiap individu adalah percaya.
3. Menerima
Langkah ini pada intinya ialah menyelaraskan pikiran dan perasaan sekarang dengan perasaan ketika telah menerima dan mencapai tujuan yang sudah diminta sebelumnya. Hal ini yang biasanya sulit untuk dilakukan setiap orang, karena akanterdapat kecenderungan untuk was – was ketika tujuan atau keinginan belum terwujud, sedangkan rasa was-was tersebut menyiratkan suatu perasaan dan emosi yang tidak selaras dengan apabila keinginan dan tujuan telah terwujud.
Terdapat beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan berkaitan dengan pencapaian atau diterimanya keinginan ataupun tujuan dari setiap individu. Hal ini akan memperkuat mekanisme kerja hukum tarik – menarik.
Hal – hal tersebut antara lain adalah:
ð Perasaan syukur
Hal yang sangat penting yang perlu dilakukan senantiasa oleh setiap individu demi tercapainya keinginan dan tujuannya ialah bersyukur. Hal ini yang sering kali tidak dilakukan oleh banyak individu dalam usahanya mencapai apa yang mereka inginkan.
ð Perasaan senang
Hal lain yang tak kalah penting nya yang perlu dilakukan setiap individu dalam mencapai apa yang dinginkannya ialah perasaan senang. Dengan merasa senang maka individu tersebut akan menarik lebih banyak hal – hal dan kejadian – kejadian yang menjadikan emosi dan perasaan individu tersebut dapat mendapatkan lebih banyak perasaan senang.
Pikiran dan perasaan yang dipancarkan oleh manusia ialah cerminan dari kenyataan yang akan terjai, sehingga apa yang dipikirkan oleh manusia akan menarik lebih banyak hal serupa dengan yang dipikirkan oleh setiap individu, tidak peduli hal tersebut akan membawa dampak yang baik atau yang buruk terhadap individu yang memikirkannya.
Sayangnya kebanyakan dari manusia cenderung untuk memikirkan hal – hal yang tidak ingin mereka alami. Hal ini mereka pikirkan dalam bentuk kekawatiran dan rasa was – was akan hal yang tidak mereka inginkan.
Hukum tarik – menarik akan memberikan hal yang sedang focus kita pikirkan. Apabila manusia berpikir mereka tidak ingin kekurangan uang, maka yang menjadi fokus pikirkan mereka ialah mengenai kekurangan uang, tidak peduli apakah itu tidak ingin ataupun ingin.
Sedangkan apabila manusia berpikir mereka hidup dalam kelimpahan dan kekayaan, maka yang menjadi focus pikiran mereka ialah mengenai hidup dalam kelimpahan dan kekayaan, tidak peduli tidak ingin atau inginnya mereka.
Adanya hal ini yang dapat turut menjelaskan mengapa aksi perang terhadap narkoba justru akan mendatangkan narkoba, perang terhadap kemiskinan malah mendatangkan kemiskinan, perang terhadap penyakit malah mendatangkan penyakit.
Apabila berdasar pada hal yang digambarkan sebelumnya, seharusnya jika manusia tidak ingin adanya narkoba, maka mereka perlu melakukan aksi pro hidup teratur, indah dan tertib.
Apabila manusia tidak ingin adanya kemiskinan, maka mereka perlu melakukan aksi pro hidup dengan berbagai kekayaan.
Apabila mereka tidak ingin hidup dengan penyakit, seharusnya mereka melakukan aksi pro hidup yang sehat, berkualitas dan penuh semangat. Apabila mereka tidak ingin adanya kelaparan, maka mereka perlu pro hidup dengan penuh kelimpahan akan makanan.
Pada akhirnya adannya fenomena tentang hukum tarik menarik merupak pilihan setiap orang untuk mempercayainya atau tidak. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa adanya hal ini tidak dapat dengan mudah diterima secara universal, karena hal – hal yang dijelaskan didalamnya sangat banyak adanya unsur filsafat.
Sedangakan ilmu filsafat, apabila seseorang belum mempunyai basic yang kuat, dapat menjurus pada adanya atheisme. Namun apabila seseorang dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda, akan sangat banyak nilai hidup yang dapat didapat dari ilmu filsafat.