Membongkar Kegagalan CIA : Benarkah
Adam Malik Agen CIA?
Seperti yang di Ungkapkan oleh Tim Weinner, penulis buku
Membongkar Kegagalan CIA yang punya pengalaman panjang dalam dunia jurnalistik, telah mampu membentangkan keeping-keping tulisannya dengan sangat kaya data-data primer berdasarkan 50.000 arsip CIA, wawancara mendalam dengan ratusan veteran CIA dan pengakuan sepuluh direktur CIA.
Lalu, Weiner mengawali lembaran keeping-keping tulisan dalam bukunya ini dengan sebuah pernyataan, mengapa Negara besar AS, lembaga spionasenya tak berdaya?mengapa agen-agen dinas rahasia “polisi dunia” sekaliber AS beroperasi serampangan? Inilah keprihatinan mendasar buku yang memenangi sejumlah penghargaan ini. Kesimpulan Weiner bahwa CIA yang telah berusia 60 tahun justru kembali memangsa bangsa Amerika Serikat sendiri. Ironis memang?
Dengan kemampuan Weiner menulis buku ini bersifat on the record. Kelebihannya karena tak ada sumber-sumber informasi tanpa nama, tak ada kutipan buta dan minus gossip, apalgi cerita-cerita tentang skandal seks selebriti Holiwood. Ini adalah buku sejarah pertama tentang CIA Amerika Serikat yang berhasil dikompilasi dari sebuah liputan langsung lewat dokumen-dokumen utama.
Pertanyaanya, benarkah
Adam Malik Agen CIA di Indonesia? Ceritanya begini: CIA ingin memperluas ekspansinya ke Asia Tenggara, makanya CIA menciptakan Ilusi demokrasi dengan starting pointnya di Thailand . Pada 1953, Walter Bedell Smith dan Dulles bersaudara mengirimkan dubes luar negri Amerika ke Bangkok . Wild Bill Donovan, sang dubes menyarankan pada presiden Eisenthower agar amerika membuka pos di Thailand . Akhirnya Donovan memulai aksinya dengan sebuah gelombang besar operasi CIA diseluruh Asia Tenggara yang beranggota 40.000 orang dan komandannya Dubes Donovan (baca ranah Jangkar Di Asia tenggara hlm. 328)
Nah, CIA mengingatkan Gedung Putih bahwa hilangnya pengaruh Amerika Serikat di Indonesia bakal membuat kemenangan di Vietnam tak berarti. Makannya dinas CIA bekerja keras mencari figure pemimpin baru bagi Indonesia . Pada 1 Oktober 1965 terjadilah gempa politik di Indonesia , tujuh tahun setelah CIA berusaha menggulingkan Presiden Soekarno karena lebih Pro pada Soviet yang notabene adalah partai komunis. Soekarno berhasil membesarkan PKI, dan yang pasti CIA butuh figure agen yang punya posisi baik. Adam Malik bertemu dengan perwira CIA, namanya Clyde McAvoy di Jakarta. Avoy seorang operator rahasia yang selama satu decade berhasil menyusup masuk ke Indonesia lewat PKI pada masa pemerintahan Soekarno.
Benarkah Adam Malik Agen CIA? Menurut pengakuan Avoy, ia benar-benar merekrut dan mengontrol Adam Maliksebagai agen CIA di Indonesia . Lebih jauh lagi, Avoymengungkapkan pejabat Indonesia tertinggi yang pernah direkrut adalah Adam Malik. Setelah Adam Malik di rekrut sebagai Agen CIA, dinas mendapat persetujuan untuk meningkatkan program operasi rahasia buat mendorong kelompok politisi kiri dan kanan di Indonesia (baca hlm.330)
Yang menarik dalam buku ini karena Weiner mengungkapkan bahwa Bill Bundy, asisten mentri luar negri timur jauh dan sahabat Green selama 30 tahun memiliki hubungan yang baik dengan Adam Malik. Tak heran kalau Bill kemudian memutuskan bahwa Soeharto dan Kap-Gestapu layak mendapat bantuan Amerika.
Akhirnya CIA sepakat mendukung militer Indonesia dalam bentuk obat-obatan senilai USD500.000 yang dikirim melalui CIA. Green mengirimkan kembali pesan telegram pada Bill Bundy yang merekomedasikan pembayaran uang dalam jumlah cukup besar kepada Adam Malik. Nah, apapun tanggapan orang lain, bagi tim weiner, Adam Malik adalah Agen CIA sesuai data-data dan wawancara yang direkam Weiner pada sejumlah tokoh dan aktifis CIA yang ditemuinnya.