Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Adversity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang

Adversity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang

oleh: climber_benedict     Pengarang : Paul J Stlotz
ª
 

Adversity Quotient, merupakan suatu penilaian yang mengukur bagaimana respon seseorang dalam menghadapai masalah untuk dapat diberdayakan menjadi peluang.
Adversity quotient dapat menjadi indikator seberapa kuatkah seseorang dapat terus bertahan dalam suatu pergumulan, sampai pada akhirnya orang tersebut dapat keluar sebagai pemenang, mundur di tengah jalan atau bahkan tidak mau menerima tantangan sedikit pun.
Adversity Quotient dapat juga melihat mental taftness yang dimiliki oleh seseorang.

Dalam Adversity Quotient, kelompok atau tipe orang/individu dapat dibagi menjadi tiga bagian, dimana hal ini melihat sikap dari individu tersebut dalam menghadapi setiap masalah dan tantangan hidupnya. Kelompok/tipe individu tersebut, antara lain adalah:

Quiters
Merupakan kelompok orang yang kurang memiliki kemauan untuk menerima tantangan dalam hidupnya. Hal ini secara tidak langsung juga menutup segala peluang dan kesempatan yang datang menghampirinya, karena peluang dan kesempatan tersebut banyak yang dibungkus dengan masalah dan tantangan. Tipe quiter cenderung untuk menolak adanya tantangan serta masalah yang membungkus peluang tersebut.

Campers
Merupakan kelompok orang yang sudah memiliki kemauan untuk berusaha menghadapai masalah dan tantangan yang ada, namun mereka melihat bahwa perjalanannya sudah cukup sampai disini. Berbeda dengan kelompok sebelumnya (quiter), kelompok ini sudah pernah menima, berjuang menghadapi berbagai masalah yang ada dalam suatu pergumulan / bidang tertentu, namun karena adanya tantangan dan masalah yang terus menerjang, mereka memilih untuk berhenti di tengah jalan dan berkemah.

Climbers
Merupakan kelompok orang yang memilih untuk terus bertahan untuk berjuang menghadapi berbagai macam hal yang akan terus menerjang, baik itu dapat berupa masalah, tantangan, hambatan, serta hal - hal lain yang terus dapat setiap harinya. Kelompok ini memilih untuk terus berjuang tanpa mempedulikan latar belakang serta kemampuan yang mereka miliki, mereka terus mendaki dan mendaki.

Adversity Quotient memiliki 4 dimensi yang masing - masing merupakan bagian dari sikap seseorang menghadapai masalah. Dimensi - dimensi tersebut antara lain adalah:

1. C = Control
    Menjelaskan mengenai bagaimana seseorang memiliki kendali dalam suatu masalah yang muncul. Apakah seseorang memandang bahwa dirinya tak berdaya dengan adanya masalah tersebut, atau ia dapat memengang kendali dari akibat masalah tersebut
2. Or = Origin
    Menjelaskan mengenai bagaimana seseorang memandang sumber masalah yang ada. Apakah ia cenderung memandang masalah yang terjadi bersumber dari dirinya seorang atau ada faktor - faktor lain diluar dirinya
    Ow = Ownership
    Menjelaskan tentang bagaimana seseorang mengakui akibat dari masalah yang timbul. Apakah ia cenderung tak peduli dan lepas tanggung jawab, atau mau mengakui dan mencari solusi untuk masalah tersebut
3. R = Reach
    Menjelaskan tentang bagaimana suatu masalah yang muncul dapat mempengaruhi segi-segi hidup yang lain dari orang tersebut. Apakah ia cenderung memandang masalah tesebut meluas atau hanya terbatas pada masalah tersebut saja.
4. E = Endurance
    Menjelaskan tentang bagaimana seseorang memandang jangka waktu berlangsungnya masalah yang muncul. Apakah ia cenderung untuk memandang masalah tersebut terjadi secara permanen dan berkelanjutan atau hanya dalam waktu yang singkat saja. 

Keseluruhan nilai dari dimensi ini akan menentukan nilai dari Adversity Quotient seseorang.

Diterbitkan di: 10 Desember, 2008   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kira-kira buku tentang adversity quotient apanya ? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Buku karangan Paul G. Stoltz, Judul nya Adversity Quotient - Mengubah hambatan menjadi Peluang 13 September 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah ke 5 dimensi tersebut diatas sama artinya dengan indikator pengukur adversity quotient? masuk ke kategori apa adversity quotient itu dalam psikologi? mohon masukannya,,,trimakasieh ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Yup,kelima indikator tersebut adalah indikator pengukur AQ. - Adversity Response Profile (ARP) Quick TakeTM milik Stoltz (2000) untuk mengukur tingkat AQ. Dalam ARP Quick TakeTM, terdapat 20 (dua puluh) peristiwa yang didaftar. Dalam 20 (dua puluh) peristiwa yang terdaftar tersebut terdiri atas 4 (empat) komponen, yaitu control, origin dan ownership, reach, dan endurance, yang masing-masing terdapat 5 (lima) butir pertanyaan. AQ merupakan konsep kecerdasan yg dikemukakan Paul G. Stoltz 18 Oktober 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.