• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Belajar Hidup Dari Hidup Rasulullah SAW

.

Belajar Hidup Dari Hidup Rasulullah SAW

oleh : izzibiz     

Pengarang : Amru Khalid




Dalam Allah SWT
berfirman,  ”Wahai Nabi! Sesungguhnya
kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi
peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah ( Islam) dengan izin-Nya
dan sebagai cahaya yang menerangi. Al Quran Surah Al-Ahzab (33: 45-46)


 


Masya Allah!
Allah benar-benar telah memuliakan kita, manusia ini, dengan diutusnya seorang
Rasul penutup: Muhammad SAW. Dia menjadi pembawa kabar gembira dan pemberi
peringatan, serta menjadi penyeru kepada agama Islam dengan izin-Nya dan
sebagai cahaya yang meneranginya.


 


Kehadiran
Rasulullah adalah cahaya bagi manusia. Dia adalah teladan yang sempurna untuk
kehidupan di dunia ini dan kehidupan abadi di akhirat nanti. Sebab, pada diri
Rasulullah  Muhammad SAW, terdapat
teladan yang baik dan maha sempurna.


 


Buku ini
memberikan gambaran ringkas perjalanan hidup Rasulullah SAW, sejak kelahirannya
hingga ajal menjemput. Bagi kaum muslim, membaca buku ini merupakan cara untuk
lebih mengenal Rasulullah SAW, untuk lebih mencintainya. Dengan mengenal dan
mencintainya, kerinduan untuk bertemu dengan Rasulullah SAW insya Allah akan
makin membuncah. Kerinduan, yang mesti ditunaikan dengan meneladani apa-apa
yang dicontohkan Rasulullah SAW.


 


Bagaimana orang
bisa mengklaim mencintai Rasulullah Muhammad SAW jika pada dirinya tidak ada
pengetahuan mengenai kekasihnya itu. Mencintainya antara lain dengan mengetahui
dan mengenal nama-namanya, mengetahui sifat-sifatnya, mengenal kelembutan dan
kasih sayangnya, mengenal bagaimana Rasulullah SAW mencintai umautnya.


 


Kita mafhum,
sebelum kedatangan Rasulullah SAW tatanan moral dan adab dunia amburadul. Jamak
masa itu dikenal dengan jaman jahiliyah, jaman kegelapan. Sebagaimana Allah
tegaskan, Muhammad SAW diutus-Nya untuk memberi cayaha, penerangan bagi dunia
dan seisinya. Sebagai rahmat bagi dunia, bukan saja manusia dan jin, tapi
seluruh makhluk Allah.


 


Buku ini memberi
gambaran bagaimana kondisi dunia (khususnya di Arab) sebelum kelahiran Muhammad
SAW. Memberi pula gambaran masa kecil dan muda Muhammad SAW. Bagaimana Muhammad
mendapatkan wahyu ketika berada di Gua Hira. Buku ini menjajikan secara lengkap
perjalanan kenabian beliau. Bagaimana perjuangan Rasullah dan para sahabat saat
awal-awal  kenabian hingga  ketika kemudian harus hijrah ke Madinah.
Perkembangan perjuangan di Madinah, yang pada akhirnya beberapa kali Nabi
SAWdan sahabat harus mengangkat senjata karena diserang kaum Musrikin dan
beberapa kali pula harus menandatangani perjanjian perdamaian, juga digambarkan
secara gamblang. Pada akhirnya, Rasulullah dapat merebut kembali Mekah pada
tahun 8-Hijriyah atau saat Nabi SAW berusia 60 tahun. Penaklukan Mekah terjadi
setelah perjanjian Hudaibiyah dan penaklukan Khaibar. Kedua  peristiwa itu adalah jalan pembuka bagi
kembalinya Mekah ke tangan Islam. Dengan takluknya Mekah, banyak kemudian
suku-suku di Arab yang menyatakan keislaman mereka, misalnya suku Aslam,
Ghifar, Daus, Bani Salim dan lainnya.  Dan
yang istimewa, Rasulullah menaklukkan Mekah tampa pertumpahan darah.


 


Pada buku ini
juga digambarkan bagaimana Rasulullah menghadapi ajal. Sungguhpun Allah telah
menjamin Surga kepadanya dan ia bersih dari dosa, maut tetap menjemput.
Rasa sakit ketika nyawa dicabut dari raga
Rasulullah, tiada terkira. Jika seorang Rasul yang pada dirinya tiada doda
surga telah dijamin baginya, rasa sakit hadir saat nyawa lepas dari raga, lalu
bagaimanakah dengan kita? Sungguh, ini pelajaran yang amat berharga.


 


Muhammad SAW
lahir pada hari Senin saat matahari terbit. Ini adalah pertanda bahwa ia akan
menjadi cahaya bagi alam semeta. Rasulullah pun meninggal pada hari Senin saat
matahari terbit. Ini adalah isyarat bahwa ajarannya tidak akan lenyap sampai
akhir jaman. Sungguh. Sebab, Allah-lah yang akan menjaganya. Allah-lah yang
akan menjaga Quran dan sunah-sunah  Nabi
SAW untuk tetap ada. Allah sendiri yang berjanji, dan Dia tak pernah ingkar
atas janji-Nya.


 


Dan Quran sendiri
telah menegaskan, ”Muhammad itu tidak
lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa Rasul.
Apakah jika dia wafat atau dibunuh, maka kamu akan berbalik ke belakang
(murtad)?
Siapa yang berbalik ke belakang, maka dia tidak
dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan memberi
balasan kepada orang-orang yang bersykur.” (Ali Imran <3>: 144)


 


Diterbitkan di: Oktober 09, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.