Buku setebal 384 ini mengisahkan awal cinta Ratu Sheba atau Bilqis dengan Sulaiman atau Raja Muda Ursyalim. Buku tersebut juga mengungkapkan tabir-tabir di lingkungkan istana setelah mereka menjadi pasangan yang serasi. Bagaimana ceritanya?
Pada saat Ratu Sheba, Bilqis, menerima pinangan Sulaiman, Raja Muda Ursyalim yang telah memiliki banyak istri, ia sedang menghadapi goncangan di negerinya. Sekian lama Bilqis diombang-ambing dalam keraguan untuk memantapkan pilihan hidupnya.
Banyak pula penguasa negeri lain yang bermaksud menyunting dan bahkan tak ragu untuk menjadikan Bilqis sebagai satu-satunya perempuan dalam hidup mereka. Penantian dan ketidakpastian yang melelahkan itu berakhir tatkala Sulaiman menjemput Bilqis pada suatu pagi, di puncak kegamangan yang hampir menggerus harapan, untuk duduk di singgasana negeri Ursyalim.
Namun, selain Raja Daud dan segelintir orang, kehadiran Bilqis di negeri Ursyalim hanya disambut dingin oleh para penghuni istana. Di sisi lain, Sulaiman dihadapkan pada kedengkian Absyalum, abang tertuanya yang berambisi menggantikan Daud sebagai Raja Ursyalim. Pemberontakan terjadi. Sulaiman dan Bilqis pun hidup di pengasingan dalam sebuah cinta yang tak terpisahkan.
Buku karangan Waheeda El-Humayra ini bisa dijadikan pegangan bagi kita. Sebab, menggambarkan keteguhan Sulaiman dan Bilqis dalam menerima ujian dan rintangan.
Resensi lain tentang The SACRED ROMANCE OF KING SULAIMAN & QUEEN SHEBA