Hidup
John Wood berubah total setelah liburannya ke Nepal. Dari seorang marketing eksekutif Microsoft untuk wilayah Asia
pasifik dengan segala kemewahan dan kelengkapan fasilitas menjadi seorang pekerja lembaga nirlaba yang membangun
perpustakaan kemudian sekolah dan bea siswa untuk anak perempuan di negara-negara berkembang.
Bermula dari kunjungan yang tidak direncanakannya ke sebuah perpustakaan sebuah sekolah dasar di Nepal. Alangkah terkejutnya ia ketika menemukan rak buku perpustakaan sekolah tersebut isinya buku-buku kumal kenang-kenangan para pendaki yang mendaki gunung Himalaya. Parahnya lagi buku-buku tersebut sebagian besar bukanlah untuk konsumsi anak SD. Anda tentu bisa bayangkan jenis buku yang dibawa para pendaki gunung di ranselnya. Bila bukan peta, manual book, sisanya adalah novel dan majalah orang dewasa.
Batinnya goncang. Dibayangkannya masa kecilnya sendiri yang lebih beruntung bisa membaca komik Mobi Dick, HC Andersen dan sebagainya, yang diakuinya adalah buku-buku yang telah memberinya pengaruh baik yang dibawanya hingga dewasa. Pergolakan bathin antara memilih meninggalkan Microsoft atau terjun bebas ke kegiatan sosial adalah salah satu bagian menarik dari buku ini selain dari percakapannya dengan Steve Balmer tentang manajemen dan marketing.
Kini "Room to Read" telah mendirikan 2.300 perpustakaan di 6 negara berkembang, lebih dari 200 sekolah, 50 lab komputer dan bahasa, 1.700 beasiswa jangka panjang untuk anak perempuan, dan sejuta buku.