• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Kiat Khusyu' Dalam Sholat

.

Kiat Khusyu' Dalam Sholat

oleh : wongbringin    

Pengarang : Fauzan Ahmad az-Zumari

Ada beberapa kiat khusyu' dalam shalat yang kerap kali disinggung oleh para


ulama

dalam buku-buku mereka khususnya yang berkenaan dengan hukum dan


tata cara shalat. Berikut disampaikan tulisan yang dikutip dan diramu dari


buku "Kaifa Naksya'u _ Ash-Shalah"- oleh Fauzan Ahmad az-Zumari


Hanya saja, tak sembarang orang mukmin mampu dengan mudah mengabadikan


amalan shalat, apalagi dalam ujud yang sempurna rukun dan syaratnya,


ditambah sejumlah sunnahsunnah yang juga terdapat dalam shalat.


Mengenai makna kekhusyu'an itu, Ibnu Abba's menandaskan: "Artinya penuh


takut dan khidmad." Al-Mujahid menyatakan: "Tenang dan tunduk." Lain lagi dengan Hasan al-Bashri, beliau berkata:


"Kekhusyu'an mereka itu berawal dari dalam sanubari, lalu terkilas


balik ke pandangan mata mereka sehingga mereka menundukkan


pandangan mereka dalam shalat."


Imam Atha' pernah berkata:


"Khusyu' artinya, tak sedikitpun kita mempermainkan salah satu


anggota tubuh kita."


Kiat Khusyu' Dalam Shalat


Ada beberapa kiat khusyu' dalam shalat yang kerap kali disinggung oleh para


ulama dalam buku-buku mereka khususnya yang berkenaan dengan hukum dan


tata cara shalat. Di antaranya:


1. Mengenal Allah, Menghadirkan, Mengagungkan dan


Takut Kepada-Nya.


Orang yang paling khusyu' dalam shalat adalah orang yang paling bertakwa.


Karena Allah berfirman:


"(orang-orang yang khusyu' yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa


mereka akan menemui Rabb mereka, dan bahwa mereka akan


kembali kepada-Nya." (Al-Baqarah: 46)


2. Hendaknya Orang Yang Shalat Menyadari Bahwa Shalat Adalah Perjumpaan, Sekaligus Komunikasi Dirinya Dengan Allah


Hal itu telah diisyaratkan dalam hadits Nabi :


"Apabila seorang di antaramu sedang shalat, sesungguhnya dirinya


sedang berkomunikasi kepada Allah. Maka janganlah ia membuang


ludah ke hadapan muka, atau ke arah kanan; tapi hendaknya ia


membuangnya ke-sebelah kiri, atau di bawah telapak kakinya."


Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim


3. Ikhlash Dalam Melaksanakannya


Keikhlasan adalah ruh aural. Satu amalan yang dianggap pelakunya sudah ikhlas, bila tak mencocoki ajaran syari'at, tak akan diterima. Demikian juga amalan yang benar sesuai ketentuan, namun tidak ikhlas karena Allah, juga tak ada gunanya. Ikhlas,


artinya hanya untuk Allah. Benar, artinya menuruti, Sunnah Rasul .


Satu amalan yang dilakukan dengan ikhlas, dengan sendirinya akan mudah


meleburkan diri si hamba secara menyeluruh ke dalam ibadah itu sendiri. Karena


tak satupun menurut keyakinannya yang pantas menguras perhatian dirinya


selain Allah.


4. Mengkonsentrasikan Diri Hanya Untuk Allah


Dalam shahih Muslim diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:


"Seandainya seorang hamba (sesudah berwudhu dengan baik) tegak


malakukan shalat, memuji Allah, menyanjung-Nya, mensucikan diri-


Nya yang mana itu memang merupakan hak-Nya, mengkonsen-


trasikan diri hanya rnengingat Allah; maka ia akan keluar dari


shalatnya laksana bayi yang baru dilahirkan."


5. Menghindari Berpalingnya Hati Dan Anggota Tubuh Dari Shalat


Imam Ash-Shan'ani menyatakan:


"Sebab dimakruhkannya berpaling tanpa hajat di kala shalat, karena


itu dapat mengurangi kekhusu'an, dan dapat juga menyebabkan


sebagian anggota badan berpaling dari kiblat. Juga karena shalat


itu adalah menghadap Allah.


6. Merenungi Setiap Gerakan Dan Dzikir-Dzikir Dalam Shalat


Imam Ibnul Qayyim pernah menyatakan:


"Ada satu hal yang ajaib, yang dapat diperoleh oleh orang yang


merenungi makna-makna Al-Qur'an. Yaitu keajaiban-keajaiban


Asma dan Sifat Allah. Itu terjadi, tatkala orang tadi menuangkan


segala curahan iman dalam hatinya, sehingga ia dapat memahami


bahwa setiap Asma dan Sifat Allah itu memiliki tempat (bukan


dibaca) di setiap gerakan shalat.


Artinya bersesuaian. Tatkala ia tegak berdiri, ia dapat menyadari


ke-Maha Terjagaan Allah, dan apabila ia bertakbir, ia ingat akan


ke-Maha Agung-an Allah."


7. Memelihara Tuma'ninah (Ketenangan), Dan TidakTerburu-buru Dalam Shalat


Allah berfirman:


"Dan apabila kamu sudah tenang, maka dirikanlah shalat..." (An-Nisa': 103)


Ayat di atas jelas mengisyaratkan bahwa ketenangan, adalah faktor vital dalam


shalat yang harus diperhatikan.


8. Semangat Dalam Melakukannya


Ini satu hal yang lumrah. Karena tatkala seseorang shalat dengan seenaknya,


malas dan tidak bersemangat; jelas tak akan dapat diharapkan kehusyu'annya.


Rasulullah juga pernah bersabda,


"Apabila salah seorang di antara kamu mengantuk, sedangkan ia


tengah melalukan shalat; hendaknya ia tidur terlebih dahulu sehinga


hilang rasa mengantuknya. Karena kalau ia shalat terus, jangan


jangan, ia ingin beristighfar malah mencaci dirinya sendiri"


9. Memilih Tempat Shalat Yang Sesuai


Artinya yang memenuhi syarat agar bisa membuat shalat kita menjadi khusyu'.


Tempat tadi paling tidak harus memenuhi beberapa kriteria berikut:


1. Tenang, dan jauh dari keributan yang ditimbulkan mungkin oleh


penuh sesaknya orang-orang yang shalat, sehingga membikin suara yang


mangganggu. Sesungguhnya Nabi pernah marah ketika dalam shalat beliau


mendengar suara ribut di belakangnnya.


 2. Hadirnya para malaikat. Artinya, kita menghindari hal-hal/sesuatu yang


meng halangi malaikat (rahmat) untuk memasuki tempat kita menunaikan


shalat. misalnya, lukisan benda bernyawa, atau anjing. Karena Nabi


bersabda: "Para malaikat tidak akan memasuki satu rumah yang


didalamnya ada lukisan benda bernyawa, atau anjing."



10. Menghindari Segala Yang Menyibukkan Dan Mengganggu Sahalat


Termasuk dalam lingkaran larangan itu

Diterbitkan di: Mei 15, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.