Ada beberapa kiat khusyu' dalam shalat yang kerap kali disinggung oleh para
ulama dalam buku-buku mereka khususnya yang berkenaan dengan hukum dan
tata cara shalat. Berikut disampaikan tulisan yang dikutip dan diramu dari
buku "Kaifa Naksya'u _ Ash-Shalah"- oleh Fauzan Ahmad az-Zumari
Hanya saja, tak sembarang orang mukmin mampu dengan mudah mengabadikan
amalan shalat, apalagi dalam ujud yang sempurna rukun dan syaratnya,
ditambah sejumlah sunnahsunnah yang juga terdapat dalam shalat.
Mengenai makna kekhusyu'an itu, Ibnu Abba's menandaskan: "Artinya penuh
takut dan khidmad." Al-Mujahid menyatakan: "Tenang dan tunduk." Lain lagi dengan Hasan al-Bashri, beliau berkata:
"Kekhusyu'an mereka itu berawal dari dalam sanubari, lalu terkilas
balik ke pandangan mata mereka sehingga mereka menundukkan
pandangan mereka dalam shalat."
Imam Atha' pernah berkata:
"Khusyu' artinya, tak sedikitpun kita mempermainkan salah satu
anggota tubuh kita."
Kiat Khusyu' Dalam Shalat
ulama dalam buku-buku mereka khususnya yang berkenaan dengan hukum dan
tata cara shalat. Di antaranya:
1. Mengenal Allah, Menghadirkan, Mengagungkan dan
Takut Kepada-Nya.
Orang yang paling khusyu' dalam shalat adalah orang yang paling bertakwa.
Karena Allah berfirman:
"(orang-orang yang khusyu' yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa
mereka akan menemui Rabb mereka, dan bahwa mereka akan
kembali kepada-Nya." (Al-Baqarah: 46)
2. Hendaknya Orang Yang Shalat Menyadari Bahwa Shalat Adalah Perjumpaan, Sekaligus Komunikasi Dirinya Dengan Allah
Hal itu telah diisyaratkan dalam hadits Nabi :
"Apabila seorang di antaramu sedang shalat, sesungguhnya dirinya
sedang berkomunikasi kepada Allah. Maka janganlah ia membuang
ludah ke hadapan muka, atau ke arah kanan; tapi hendaknya ia
membuangnya ke-sebelah kiri, atau di bawah telapak kakinya."
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim
3. Ikhlash Dalam Melaksanakannya
Keikhlasan adalah ruh aural. Satu amalan yang dianggap pelakunya sudah ikhlas, bila tak mencocoki ajaran syari'at, tak akan diterima. Demikian juga amalan yang benar sesuai ketentuan, namun tidak ikhlas karena Allah, juga tak ada gunanya. Ikhlas,
artinya hanya untuk Allah. Benar, artinya menuruti, Sunnah Rasul .
Satu amalan yang dilakukan dengan ikhlas, dengan sendirinya akan mudah
meleburkan diri si hamba secara menyeluruh ke dalam ibadah itu sendiri. Karena
tak satupun menurut keyakinannya yang pantas menguras perhatian dirinya
selain Allah.
4. Mengkonsentrasikan Diri Hanya Untuk Allah
Dalam shahih Muslim diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
"Seandainya seorang hamba (sesudah berwudhu dengan baik) tegak
malakukan shalat, memuji Allah, menyanjung-Nya, mensucikan diri-
Nya yang mana itu memang merupakan hak-Nya, mengkonsen-
trasikan diri hanya rnengingat Allah; maka ia akan keluar dari
shalatnya laksana bayi yang baru dilahirkan."
5. Menghindari Berpalingnya Hati Dan Anggota Tubuh Dari Shalat
Imam Ash-Shan'ani menyatakan:
"Sebab dimakruhkannya berpaling tanpa hajat di kala shalat, karena
itu dapat mengurangi kekhusu'an, dan dapat juga menyebabkan
sebagian anggota badan berpaling dari kiblat. Juga karena shalat
itu adalah menghadap Allah.
6. Merenungi Setiap Gerakan Dan Dzikir-Dzikir Dalam Shalat
Imam Ibnul Qayyim pernah menyatakan:
"Ada satu hal yang ajaib, yang dapat diperoleh oleh orang yang
merenungi makna-makna Al-Qur'an. Yaitu keajaiban-keajaiban
Asma dan Sifat Allah. Itu terjadi, tatkala orang tadi menuangkan
segala curahan iman dalam hatinya, sehingga ia dapat memahami
bahwa setiap Asma dan Sifat Allah itu memiliki tempat (bukan
dibaca) di setiap gerakan shalat.
Artinya bersesuaian. Tatkala ia tegak berdiri, ia dapat menyadari
ke-Maha Terjagaan Allah, dan apabila ia bertakbir, ia ingat akan
ke-Maha Agung-an Allah."
7. Memelihara Tuma'ninah (Ketenangan), Dan TidakTerburu-buru Dalam Shalat
Allah berfirman:
"Dan apabila kamu sudah tenang, maka dirikanlah shalat..." (An-Nisa': 103)
Ayat di atas jelas mengisyaratkan bahwa ketenangan, adalah faktor vital dalam
shalat yang harus diperhatikan.
8. Semangat Dalam Melakukannya
Ini satu hal yang lumrah. Karena tatkala seseorang shalat dengan seenaknya,
malas dan tidak bersemangat; jelas tak akan dapat diharapkan kehusyu'annya.
Rasulullah juga pernah bersabda,
"Apabila salah seorang di antara kamu mengantuk, sedangkan ia
tengah melalukan shalat; hendaknya ia tidur terlebih dahulu sehinga
hilang rasa mengantuknya. Karena kalau ia shalat terus, jangan
jangan, ia ingin beristighfar malah mencaci dirinya sendiri"
9. Memilih Tempat Shalat Yang Sesuai
Artinya yang memenuhi syarat agar bisa membuat shalat kita menjadi khusyu'.
Tempat tadi paling tidak harus memenuhi beberapa kriteria berikut:
1. Tenang, dan jauh dari keributan yang ditimbulkan mungkin oleh
penuh sesaknya orang-orang yang shalat, sehingga membikin suara yang
mangganggu. Sesungguhnya Nabi pernah marah ketika dalam shalat beliau
mendengar suara ribut di belakangnnya.
2. Hadirnya para malaikat. Artinya, kita menghindari hal-hal/sesuatu yang
meng halangi malaikat (rahmat) untuk memasuki tempat kita menunaikan
shalat. misalnya, lukisan benda bernyawa, atau anjing. Karena Nabi
bersabda: "Para malaikat tidak akan memasuki satu rumah yang
didalamnya ada lukisan benda bernyawa, atau anjing."
10. Menghindari Segala Yang Menyibukkan Dan Mengganggu Sahalat
Termasuk dalam lingkaran larangan itu
Abstrak lain tentang Kiat Khusyu' Dalam Sholat