Halaman Utama Shvoong > Buku > Design gravis

.

Design gravis

Summary rating: 3 stars 10 Tinjauan
Pengarang : ferdi
Review by : ferdi
Kunjungan : 208  kata: 900   Diterbitkan di: April 09, 2008


Design gravis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang
menggunakan teks dan atau gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan. Seni desain
grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan termasuk tipografi,
pengolahan gambar, dan page layout. Desainer grafis menata tampilan huruf
dan ruang komposisi untuk menciptakan sebuah rancangan yang efektif dan
komunikatif. Desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan
penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan
gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada
komunikan seefektif mungkin.

Desain grafis
diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis
komunikasi lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan
(mendesain) atau pun produk yang dihasilkan (desain/rancangan). Desain grafis
pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan
brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga
diterapkan dalam media elektronik - yang sering kali disebut sebagai
"desain interaktif" (interactive design), atau "desain
multimedia" (multimedia design'')

 Prinsip dan unsur desain

Unsur dalam desain
grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form),
tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain
visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme
(rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion")
dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang
lebih luas.

 Peralatan desain
grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis
adalah akal, mata, tangan, alat-alat tradisional (seperti pensil atau tinta),
dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah
desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.
Bagaimanapun, alat yang paling penting dan paling diperlukan dalam desain
adalah akal. Pikiran
yang kritis, observasional, kuantitif, dan analitik juga dibutuhkan untuk
merancang dan merealisasikan ide tersebut. Pikiran yang kritis, observasional,
kuantitatif dan analitik juga diperlukan untuk mengkomposisi sebuah desain.

Apabila sang
pendesain hanya mengikuti sketsa, naskah atau instruksi (yang mungkin
disediakan oleh sutradara kreatif) maka tidak bisa disebut sebagai desainer.
Mata dan tangan sering dibantu dengan penggunaan alat tradisional atau fitur
edit gambar digital. Pemilihan cara mengungkapkan ide yang tepat juga merupakan
ketrampilan kunci dalam karya desain grafis, dan merupakan faktor penentu dalam
perwujudan visualnya.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak
grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan
komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang
susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang (desainer)
untuk melihat efek dari layout atau perubahan tipografi dengan seketika
tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media
tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Pada umumnya komputer dianggap sebagai alat yang
sangat diperlukan dalam industri desain grafis. Komputer dan aplikasi perangkat
lunak umumnya dipandang, oleh para profesional kreatif, sebagai alat produksi
yang lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan metode tradisional. Akan
tetapi, beberapa perancang grafis melanjutkan penggunaan alat manual dan
tradisional dalam berkarya, seperti misalnya Milton
Glaser

Ada perdebatan
mengenai apakah komputer meningkatkan proses kreatif dalam desain grafis.
Produksi yang cepat dari komputer memungkinkan para perancang grafis untuk
mengeksplorasi banyak ide secara cepat dan lebih detail dari yang bisa dicapai
dengan kerja goresan tangan atau potong-tempel pada kertas. Akan tetapi,
dihadapkan pada pilihan yang tak terbatas semacam ini kadangkala tidak
menghasilkan solusi desain yang terbaik dan kadang hanya membuat berputar-putar
tanpa hasil yang jelas

Ide-ide baru
seringkali datang dengan uji coba pada alat dan metode, baik itu media
tradisional maupun digital. Beberapa perancang grafis profesional
mengeksplorasi ide menggunakan pensil di atas kertas untuk menghindari
keterbatasan komputer, memungkinkan mereka berpikir di luar kotak. Beberapa ide
kreatif dari desain grafis diawali serta dikembangkan bahkan sampai mendekati
hasil akhir dalam pikiran, sebelum diterapkan baik dengan metode tradisional
maupun komputer. Ada juga yang pembentukan visualisasi terbantu dengan
penggunaan komputer dengan kemampuan pembuatan gambar yang kompleks dan cepat.

Seorang perancang
grafis bisa juga menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi
ide-ide yang kompleks secara cepat tanpa pecah konsentrasi karena masalah
teknis dari perangkat lunak komputer. "Comp" ( istilah dalam
desain grafis yang merujuk pada rancangan awal untuk diajukan pada klien,
kependekan dari comprehensive layout), buatan tangan seringkali dipakai
untuk mendapatkan persetujuan dari sebuah ide desain grafis. Sketsa yang berupa
thumbnail atau coretan-coretan
rancangan kasar pada kertas bisa juga digunakan untuk menghasilkan ide dalam
sebuah proses hybrida (gabungan antara penggunaan komputer dan goresan tangan).
Proses hybrida semacam ini khususnya berguna pada pembuatan desain logo
di mana masalah teknis dari perangkat lunak seringkali memecahkan konsentrasi.
Proses hybrida juga dipakai untuk membebaskan kreativitas seseorang dalam
pembuatan layout halaman atau pengembangan image. Seorang perancang grafis
tradisional bisa juga mempekerjakan seniman produksi (production artist)
yang mahir menggunakan komputer untuk mewujudkan ide dari sketsa yang
dibuatnya.

Beberapa Software Dalam Desain Grafis







Perkembangan software tentunya akan menghasilkan
gambar yang mempunyai nilai seni yang tinggi. Hal ini tentunya tidak terlepas dari
penggunaan software. Ada beberapa software yang digunakan dalam hal desain
grafis antara lain :

1. Adobe Photoshop

2. Adobe Illustrator

3. Adobe After Effect


4. AutoCad

5. Maya 4.5

6. CorelDraw

7. dll

Dalam hal ini, untuk
menghasilkan suatu gambar yang mempunyai nilai seni tinggi tidak sekedar
pengguasaan software itu sendiri tetapi lebih cendrung kepada seni dan
kreatifitas serta imajinasi dalam menuangkan ke dalam gambar tersebut



Resensi lain tentang Design gravis
Design gravis  oleh  ferdi    2008 
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------