Halaman Utama Shvoong > Buku > 23 Menit di Neraka

.

23 Menit di Neraka

Summary rating: 2 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Bill Wiese
Review by : KchaNg
Kunjungan: 53
kata: 600
Diterbitkan di: April 04, 2008
Ini adalah kisah seseorang pia yang melihat, mendengar, dan merasakan teppat penyiksaan.Pada tanggal 23 November 1998 jam 3 pagi. Tiba-tiba saya menemukan diri saya terlempar ke udara dan dijatuhkan kedalam tanah, sama sekali di luar kendali, saya mendarat di tempat seperti sebuah sell penjara, dindingnya terbuat dari batu-batu besar dan kuat, pintunya terbuat dari palang-palang baja yang tebal. Saya benar-benar telanjang seperti seorang tawanan yang mudah diserang. Saya berada di sebuah tempat yang asing, dan saya sepenuhnya sadar. Tetapi saya tidak mengetahui apa yang telah terjadi, bagaimana saya bisa sampai disana, atau mengapa saya berada disana. Keadaan sangat panas, dan saya menjadi bingung, bagaimana saya bisa bertahan hidup dengan panas yang sedemikian hebat? Daging saya dapat hancur dari tubuh saya setiap saat. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Ketika saya terbaring di lantai penjara itu saya menyadari bahwa saya tidak sendirian, saya melihat dua binatang buas yang sangat besar, tingginya mencapai tiga sampai empat meter. Makhluk ini dipenuhi dengan kebencian dan kengerian. Mereka berwujud seperti binatang melata yang menyerupai manusia, tubunya penuh dengan benjolan dan sisik, rahangnya kuat, dan kuku-kukunya panjang sampai 30cm. Sesuatu yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Di dalam penjara ini saya disiksa oleh kedua makhluk tersebut, saya di lemparkan ke dinding, tubuh saya dicabik-cabik dengan kuku-kukunya yang tajam. Saya memang merasakan sakit, tetapai saya heran karena perlahan-lahan sakitnya menghilang, dan tidak ada cairan atau darah yang keluar dari tubuh. Keadaan sangat gelap pekat, kegelapan yang diselimuti oleh kejahatan dan perasaan akan kematian. Keadaan emosianal saya benar-benar kacau, saya diselimuti dengan perasaan ketakuan dan putus asa yang amat sangat. Bahkan untuk berjalan saja sangat susah, dibutuhkan usaha yang sangat besar bahkan hanya untuk berdiri saja. Setelah disiksa habis-habisan oleh makhluk-makhluk jahat itu, saya menenukan diri saya berada di sebuah lubang besar dengan jilatan-jilatan api. Banyak sekali terdengar jeritan yang menyedihkan dari orang banyak yang tak terhitung jumlahnya. Trauma emosional, mental, dan fisik terjadi terus menerus tanpa adanya istirahat. Di neraka anda tidak pernah tidur, beristirahat, atau manemukan waktu tenang sedikitpun. Semua kejadian itu terasa seperti selamanya, padahal hanya berlangsung selama 23 menit. Kemudian Bill diangkat kembali ke dunia oleh Tuhan dengan pesan untuk menceritakan kisahnya agar orang menjadi percaya.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.