Fitna merupakan
film pendek sepanjang
17 menit , pada dasarnya hanyalah gabungan dari potongan- potongan
video berbagai berita televisi,
di selang selingi kutipan ayat- ayat
al-quran. Film itu di buka
dengan sebuah gambar kitab al-quran yang
di buka
dan pada helai pertama muncul gambar kepalaorang dengan
dinamit di sorban nya.ini merupakan satu dari 12 kartun nabi Muhammad
yang pertama kali di muat di media Denmark pada tahun 2006 dan memicu
protes besar.
Ada juga nukilan surat Al-Anfaal ayat
60 yang di damping kalimat berbahasa inggris yang artinya sebagai
perintah untuk “menteror musuh- musuh Allah.” Sejenak kemudian di
tayangkanlah rekaman adegan serangan teroris yang meruntuhkan gedung
World Trade Center pada 11 september 2001 dan pemenggalan kepala
seorangsandera kelompok tertentu yang oleh pembuatnya di kaitkan
dengan Islam.
Sebelum film itu ditayangkan lewat
internet, Wilders sudah kesulitan memutar fitna di negerinya sendiri,
Belanda. Anggota parlemen dari partai kebebasan ini tak berhasil
membujuk pengelola stasiun televisi setempat memutar filmnya.
Pemerintah
Belanda pun sudah mndesak agar dia tak meneruskan rencanan
nya. Bahkan, ketika film ini di rencanakan untuk ikut sebuah
festival, pemerintah Belanda melarangnya.
Akhirnya sebuah situs www.lifleak.com
bersedia menanyangkan film controversial itu 28 maret 2008 dan dengan
cepat menyebar ke berbagai penjuru dunia. Mudah di tebak reaksi keras
segera bermunculan dari dunia Islam. Kecaman dating, antara lain,
dari Bangladesh dan Iran. Negeri para Mullah ini bahkan mengancam
akan memutus hubungan diplomatiknya dengan Belanda. Juru bicara
kementrian luar negeri Iran, Mohammad Ali Hosseini juga menyerukan
agar pemerintah Belanda bertindak cepat menghentikan penyebaran film
anti Islam itu.
Pemutaran film fitna ini mengingatkan
pada pemuatan kartun nabi Muhammad SAW di Koran- Koran Denmark
beberapa waktu silam. Kartun yang menggambarkan nabi Muhammad SAW
sebagai terorist itu di muat hingga dua kali. Pertama, kartun itu
dimuat Koran Jyllands- Posten pada September 2005. Kartun itu kembali
dimuat pada Februari 2007 di lebih banyak media. Dalam kedua pemuatan
itu, umat Islam dunia bereaksi keras.
Wilders menyatakan Islam dan Al- quran
adalah ancaman bagi kebebasan di Belanda. “saya harus
memperingatkan orang- orang,” kata politikus penentang kebijakan
imigrasi ini.
Perdana menteri Belanda Jan Peter
Balkenende mengecamnya keras, “Dalam film ini Islam di ibaratkan
dengan tindak kekerasan. Kami tidak setuju dengan penafsiran ini.
Mayoritas umat Islam menolak kekerasan.”
Demonstrasi juga meletup pada sabtu
pecan lalu di Amsterdam. Ratusan orang belanda berunjuk rasa,
memprotes bahwa wildres tidaklah mewakili seluruh negeri.
Uni eropa, yang kini jabatan
presidennya di pegang Slovenia, mendukung sikap Belanda dan yakin
bahwa film itu tak punya tujuan lain kecuali “menyalakan kebencian”
menteri luar negeri Inggris David Miliband menekankan pentingnya
kebebasan berbicara, tapi harus di kombinasikan dengan “Penghormatan
atas
agama dan keberagaman ras.”
Di tengah kecaman itu, Ehsan Jami,
bekas politikus partai buruh Belanda, justru akan membuat sensasi
serupa. Kemarin ia mengumumkan akan merilis film kartun The Life Of
Muhammad pada 20 April mendatang. Badan kontak pemerintah dan muslim
Belanda, yang telah menyaksikan sebagian isinya, langsung menyatakan
akan menempuh jalur hokum untuk mencegah film ini diluncurkan.
Resensi lain tentang Fim Fitna