Adanya
Pergerakan
Teknologi Komunikasi
dan Informasi (TKI) narrow band (pita sempit)
ke arah broad band (pita lebar), dan perkembangan 3G yang semakin marak, serta
akan hadirnya teknologi 4G.
Maka belajar dari pengalaman negara yang terlebih dahulu mengimplementasikan
peta lebar, diketahui bahwa
konten mempunyai peran yang strategis. Tanpa konten
yang menarik, menghibur, dan mendidik, maka sebuah infrastruktur yang
dapat diibaratkan seperti tol berlajur banyak yang hanya dilalui oleh sebuah motor
bebek (mubadir). Maka tidak hanya berdebat tentang adopsi teknologi 3G, WIMAX,
NGN 46, jaringan public/private. Tetapi perlu gugatan konten, apakah yang akan
diberikan kepada masyarakat agar masyarakat Indonesia
menjadi cerdas yang tidak
hanya menjadi korban hempaan teknologi. Serta masyarakat yang sejahtera sebagai
ending.
Kondisi di Indonesia yang mengalami Pasang surut konten, disatu sisi saat ini instansi
pusat sampai di daerah telah bisa diakses internet, yang artinya mengalami perkembangan
dari kemampuan digital dan infrastrukturnya. Perkembangan
konten TKI sendiri memiliki kondisi stak, lebih banyak meniru, seperti dalam
konten televisi yang perputar pada konten mistik, gossip.
Pada akhirnya dapat menjadi killer application. Penguasaan asing dibeberapa
operator, industri konten, sehingga dalam pasar persaingan lebih banyak
dimenangkan oleh pihak yang memiliki dominasi lebih. Meski dilihat dari
kualitas konten tidak dapat memberikan pencerahan terhadap pendidikan
masyarakat. Apakah orang Indonesia tidak ada yang yang pintar membentuk konten
yang bagus ?
Hambatan lain adalah kondisi masyarakat kita yang terbiasa dengan “biasa
gratis” (Fakta bahwa TV sebagai tamu yang tidak diundang selalu hadir )sehingga
kulitas konten yang ditawarkan juga akan diukur dengan kebiasaanya
Resensi lain tentang Mencari dan Mengembangkan Konten Teknologi