Kisah nyata yang
menakjubkan tentang
seorang anak yahudi yang berdarah Polandia-Belgia, Jepke
Mendelovich, yang selamat dari sebuah bencana, kemudian berimigrasi
ke Palestina
dan bergabung
dengan Tentara Pertahanan Israel, juga turut dalam
peperangan yang akhirnya pensiun
di awal tahun 1990-an dengan pangkat Jenderal Perang. Dalam proses hidupnya Jepke
muda mengubah namanya menjadi Yossi Peled.
Ia lahir pada tahun 1941, walaupun kedua orang tuanya dikirim ke dalam perkemahan
kematian Auschwitz yang terkenal dengan
kekejamannya (ayahnya meninggal dan ibunya selamat namun tak pernah sembuh), ia
disembunyikan oleh sebuah keluarga lokal yang mana kepala keluarganya dikirim
ke perkemahan Jerman yang lain sebagai hukuman karena menyembunyikan Jepke dan
saudara perempuannya. Kenangan masa kecil Jepke adalah para tentara Jerman yang
mencari-cari rumah yang menyembunyikan dirinya. Ia bersembunyi di bawah tanah,
mendengarkan suara sepatu boot dari atas.
Setelah peperangan, seorang kepala keluarga tersebut kembali dari perkemahan
Jerman dan ingin mengadopsi Jepke. Jepke diserahkan ke penyelamatnya ketimbang
dengan ibunya yang sudah berkali-kali datang untuk mengambilnya. Akhirnya,
dibawah paksaan dari tentara Palestina yang berbasis yahudi, Jepke dan ibunya
dapat bersatu kembali. Ibunya mengalami trauma yang berulang-ulang akibat
percobaan yang dilakukan oleh penjahat Villlain Dr. Mengale di kemah kematian
yang tak dapat menangani pemberontak muda tersebut dan mengirimkannya ke rumah
yatim piatu yahudi. Singkatnya, semua anak muda dibawa pergi ke Palestina dan
lahirlah Yossi Peled. Nama
baru, seorang yahudi baru di sebuah negara baru. Peled
dibayangi oleh kenangan masa lalu, dan menolak untuk menemui siapapun bahkan
keluarga yang telah menyelamatkannya ketika mereka mengunjungi Israel tahun 1960-an.
Seorang Yahudi baru ini bergabung dengan tentara pertahanan Israel di akhir 1950-an dan
mengabdi dalam peperangan. Jabatan terakhirnya adalah seorang staff
komandan dari kepemimpinan Israel Utara.
Resensi lain tentang Prajurit