Jika kamu berpikir
bahwa ayam
jantan hanya diciptakan untuk dimakan, maka pikirkanlah lagi. Jika bukan karena seekor ayam jantan yang cerdas, kita mungkin masih hidup di zaman es. Ini adalah kisah tentang
orang - orang yang tidak tahu terima kasih,
dan menggerutu kepada matahari. Ketika musim dingin, mereka menginginkan kehangatan matahari, dan sebaliknya ketika musim panas, mereka menginginkan udara sejuk. Tetapi
matahari tetap berjalan biasa setiap tahun. Pada suatu musim panas kali, udara panas seperti biasa dan orang - orang ini mulai menggerutu karena panasnya tak tertahankan. Mereka menggerutu siang dan malam, sehingga akhirnya benar - benar membuat matahari marah. Matahari memutuskan untuk bersembunyi dan tidak
muncul lagi. Hari berikutnya ketika cuaca menjadi gelap dan dingin, orang - orang bergembira. Mereka baru mulai bertanya - tanya tentang matahari ketika matahari tidak muncul pada hari berkutnya. Cuaca berubah dan mulai dingin. Orang - orang harus menyalakan lampu siang dan malam. Mereka tidak dapat bekerja di ladang lagi dan hidup mereka menjadi sulit. Orang - orang mulai berdoa dan minta maaf namun matahari tetap tidak muncul. Kemudian burung - burung mendekati matahari dan memohon agar
ia muncul, kalau tidak mereka semua akan mati. Mereka menghiba, memohon, namun matahari tetap menolak. Tiba - tiba seekor ayam jantan mengatakan kepada mereka semua bahwa ia akan berbicara kepada matahari dan bahwa matahari tidak akan menolaknya. Ayam jantan ini menghampiri matahari dan mengatakan bahwa karena hari gelap maka banyak binatang yang mencoba menangkapnya. Dikatakannya juga bahwa jika ada cahaya, maka ia dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Matahari tidak dapat menolak dan berkata kepada ayam jantan, kapan saja ia dalam bahaya ia harus memanggil dan matahari akan muncul dan menyelamatkannya. Maka, hingga hari ini, jika ayam jantan berkokok, matahari akan muncul untuk menyelamatkannya.
Resensi lain tentang Kukuruyuuk..