Halaman Utama Shvoong > Buku > Konseling Yang Efektif dan Alkitabiah

.

Konseling Yang Efektif dan Alkitabiah

Summary rating: 2 stars 3 Tinjauan
Pengarang : Dr. Larry Crabb
Review by : sony1970
Kunjungan : 84  kata: 600   Diterbitkan di: Maret 08, 2008


Tidak ada satupun orang Kristen yang dengan serius berusaha mendalami pengenalan pada Kristus secara rutin mengalami sukacita yang penuh semangat, berapi-api yang begitu sering dianggap sebagai kehidupan Kristen yang normal. Setiap orang memiliki pergumulan-pergumulan yang nyata dan berat, yang tidak dapat dihilangkan melalui pengabdian kepada Kristus.  Kebenaran yang keras adalah bahwa hidup bagi Tuhan kadang-kadang menambah beratnya pergumulan itu.

Dr. Larry Crabb (5:1995) menyatakan bahwa: ”menurut pandangan saya, setiap pendekatan terhadap konseling yang benar-benar alkitabiah akan berfungsi sangat efektif jika dipraktekkan dalam konteks tubuh lokal dari orang-orang percaya.”  Lebih lanjut dijelaskan olehnya (6,7:1995) bahwa: ”Konseling bukan merupakan sebuah disiplin ilmu seperti kedokteran gigi atau kedokteran umum yang pada dasarnya bergantung kepada perkembangan pengetahuan teknis yang dijalankan oleh seorang profesional yang benar-benar terlatih.  Konseling lebih banyak merupakan hubungan yang utama dan sangat penting antara orang-orang yang menaruh perhatian.... Namun ketika kita mempertimbangkan bahwa manusia adalah makluk pribadi yang diciptakan dalam gambar Allah dan dimaksudkan untuk bersekutu dengan Allah, maka kita menyadari bahwa konseling yang sangat menekankan dimensi antar manusia dari kepercayaan, perhatian, dan penerimaan dapat sungguh-sungguh efektif.”
                Alasannya menurut Crabb (7:1995) :”karena konseling yang efektif membutuhkan baik hubungan yang penuh perhatian dan pengertian akan fungsi manusia, maka kita perlu menemukan orang-orang percaya yang dewasa di dalam gereja-gereja lokal kita yang dipenuhi dengan kasih Kristus dan melatih mereka di dalam wawasan dan keahlian konseling.” Apa yang diungkapkan oleh Crabb sejalan dengan perkataan Paulus ”Bertolong-tolonganlah menanggung  bebanmu!  Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2)   Pada hakikatnya Crabb menyatakan sesuatu yang berhubungan juga dengan prinsip efesus 4:11,12:  Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,  untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,”  Jika orang kristen dewasa dilatih juga dalam pelayanan ini maka saya yakin daya jangkau dan efektifitas mereka akan semakin meningkat.
                Crabb kemudian menunjukkan suatu model konseling yang dilaksanakan oleh sesama orang kristen yang dewasa serta dilatih. Yaitu tiga kemungkinan tahap/level konseling.  Ia menyatakan bahwa semua anggota tubuh Kristus dapat dan harus terlibat dalam konseling Level I. Artinya: untuk persoalan yang menyangkut masalah perasaan (emosional) semua anggota jemaat harus dapat memberikan konseling melalui memberi DORONGAN (motivasi) yang sesuai prinsip-prinsip Alkitab, dengan tujuan akhir berkenaan dengan perasaan yang benar (misal benci menjadi dapat mengasihi/mengampuni;sedih menjadi bersikacita dalam Tuhan;Kuatir menjadi percaya kepada Tuhan dll).  Level II, berkenaan dengan persoalan perilaku/tingkah laku (Behaviour) maka konseling dilakukan melalui pemberian NASEHAT sesuai prinsip Alkitab.  Tujuan akhirnya adalah: perubahan tingkah laku yang sesuai Firman Tuhan.  Tahap ini dapat dilakukan oleh gembala, majelis/tua-tua, guru sekolah minggu, diaken, atau orang-orang dewasa yang dilatih.  Sedangkan pada Level III, menyangkut Masalah Pemikiran (Proses Pikiran maupun Konsep) maka konseling dilakukan dengan memberikan PENERANGAN sesuai Firman Tuhan.  Bagian ini dilakukan oleh gembala maupun  individu yang telah diperlengkapi untuk menangani persoalan yang sulit dan kompleks.
                Khususnya konseling dalam Level I, dapat dilakukan secara wajar dalam kehidupan keseharian tanpa harus membuat janji bertemu.  Beberapa proses bimbingan dalam tahap ini dapat terjadi karena menanggapi keluhan (curhat) atau karena inisiatif konselor ketika mengetahui suatu persoalan yang perlu dibantu.  Pada dasarnya, kasih yang tulus ditunjukkan dengan keinginan untuk mendengar dan memperhatikan serta kesediaan menolong adalah bekal yang sama pentingnya dengan ketrampilan dalam memecahkan persoalan (problem Solving).


Dr. Larry Crabb. Konseling Yang Efektif dan Alkitabiah. Yayasan Andi & Yayasan Kalam Hidup. 1995
 


Resensi lain tentang Konseling Yang Efektif dan Alkitabiah
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------