Beberapa pekan lagi kita akan bertemu
dengan bulan
Dzulhijjah. Setidaknya ada dua hal yang menuntut perhatian sekaligus
kekhusyu‘an kaum Muslimin pada bulan ini, yaitu
ibadah haji
dan berkurban ( ‘udhhiyah ). Sebagaimana terhadap ibadah lainnya, kita semua ingin agar kedua ibadah tersebut diterima Allah Subhanahu wa Ta‘ala .
Untuk
mewujudkan keinginan tersebut, tentu saja harus ada upaya dan ikhtiar
serius dari kita. Salah satunya adalah dengan mengkaji berbagai macam
referensi yang berkenaan dengan kedua ibadah tersebut. Lebih-lebih
terhadap ibadah yang bersifat tauqifi seperti haji dan berkurban ini, di mana jumlah dan kaefiyah (cara)nya sudah ditetapkan Allah dan dijalankan
oleh Rasulullah.
Dalam kaitan ini, ada dua hal yang menjadi pilar utama dari diterima atau
tidaknya ibadah seseorang, yaitu ikhlas karena Allah dan mengikuti
sunnah Rasulullah. Sementara menyangkut ibadah
kurban yang juga
merupakan wahana pendekatan diri sang hamba terhadap Rabb-nya, ibadah
ini memang rutin dilakukan umat Islam tiap tahun dan tentu kita semua
sering melihat di mana-mana orang mempraktikkannya. Namun hanya dengan
melihat praktik kurban saja tidak cukup, melainkan harus berlandaskan
ilmu dan wawasan yang akurat. Dan yang lebih penting lagi, apa dan
bagaimana Rasulullah SAW. melakukan ''udhhiyah ini.
Untuk itu, Anda perlu membaca buku Berkurban Cara Nabi
yang ditulis oleh ulama asal Saudi Arabia yang sangat kesohor, yaitu
Syekh Muhammad bin Shaleh Utsaimin. Buku saku yang merupakan karya
ringkasan dari kitab Ahkamul-''Udhhiyah wadz-Dzakat ini merangkum sepuluh bahasan. Bahasan pertama tentang definisi ''udhhiyah (berkurban) dan hukumnya. Kedua , tentang syarat-syarat ''udhhiyah . Ketiga, jenis dan sifat ''udhhiyah yang paling afdhal dan yang dimakruhkan. Bagian keempat perihal orang yang dinilai sah dalam ''udhhiyah -nya.
Kelima , tentang hal-hal yang dengannya ''udhhiyah menjadi sah dan hukum-hukumnya. Keenam , yang dimakan dan yang didistribusikan dari ''udhhiyah . Ketujuh , yang harus dihindari oleh orang yang ingin berkurban. Bagian kedelapan membahas tentang menyembelih hewan kurban dan syarat-syaratnya. Kesembilan menyangkut adab menyembelih. Dan uraian kesepuluh yang sekaligus menjadi penutup buku ini adalah tentang hal-hal yang dimakruhkan dalam penyembelihan.
Menurut
Syekh Utsaimin, ada empat hal yang dimakruhkan dalam menyembelih hewan
kurban. Pertama, alatnya tumpul dan tidak tajam. Ada yang mengatakan
malah haram, dan pendapat yang terakhir inilah yang shahih. Kedua,
mengasah/menajamkan pisau atau golok dengan dilihat oleh binatang yang
akan disembelih. Ketiga, penyembelihan disaksikan oleh binatang lain.
Keempat, melakukan hal-hal yang menyakitinya setelah disembelih,
seperti mematahkan lehernya, atau memotong salah satu anggota badannya
padahal ia belum mati. Ada yang berpendapat, perbuatan ini malah haram,
dan inilah pendapat yang shahih.
Poin demi poin tuntunan ibadah kurban yang dijelaskan oleh Syekh Utsaimin dalam buku ini memang rinci sekali. Dalam bab Adab Menyembelih
misalnya, penulis sangat gamblang sekali menjelaskan tentang bagaimana
seharusnya seorang jagal menyembelih hewan kurban, bagaimana posisinya,
model penyembelihan macam apa yang harus diterapkan terhadap hewan
kurban unta, sapi, atau kambing. Tidak ketinggalan pula perihal redaksi
doanya sekalian ketika menyembelih.
Dalam benak kita mungkin ada sedikit pertanyaan: bagaimana dengan ''udhhiyah
untuk orang yang sudah meninggal, karena di kita (Indonesia) hal itu
sering pula terjadi. Untuk memperoleh jawaban ini, Anda bisa
mendapatkan ulasannya pada bagian Hukum ''Udhhiyah dalam buku ini.
Banyak
kasus yang berkenaan dengan hewan kurban yang jarang terjadi tapi bisa
saja terjadi, sempat pula diangkat oleh penulis. Misalnya, bagaimana
jika hewan kurbannya hilang, dicuri orang, mati atau binasa? Sederetan
pertanyaan itu bisa ditemukan jawabannya dalam buku ini. Bagi para
ustadz yang sering memperoleh pertanyaan seputar praktik ibadah kurban,
insya Allah buku ini sangat membantu.
Sekalipun
kecil dan ringkas, buku ini mempunyai manfaat yang besar sekali dalam
menyempurnakan ibadah kurban Anda, karena penulisnya telah menjelaskan
seterang-terangnya bagaimana Rasulullah berkurban. Pembaca dimanja
dengan paparan yang praktis sekali dari Syekh Utsaimin. Sedemikan
praktisnya buku ini, sehingga Anda dijamin gampang dalam menjalani
ibadah kurban ini. Semoga ibadah kurban yang Anda jalankan sesuai
dengan tuntunan Rasulullah.
Resensi lain tentang Berkurban Cara Nabi