Karya-karya Agnes Jessica adalah karya-karya ringan yang akan banyak
disukai banyak kalangan pula.
tapi yang kurang dari Agnes Jessica
adalah kebanyakan dari karyanya adalah komersil.Pertama kali
saya membeli sebuah karya dari Agnes Jessica saya sangat tertarik
karena ceritanya sangat bagus,
dan cara penyampainnyapun menarik, dan
mudah dipahami, pembaca seakan dibawa masuk ke dalam ceritanya.
di buku
kedua saya belipun demikian, karyanya sangat bagus, tapi di buku kedua
yang saya beli, saya mulai merasa sama saja, memang gaya tulisannya
menarik dan bagus tapi kebanyakan alur ceritanya sama saja, komersil.
Jadi buat sebagian orang yang memperhatikan akan memperoleh kekurangan
tersebut, tapi sampai sekarang saya masih menyukai karya-karya Agnes
Jessica, cocok sekali
dengan kehidupan perempuan.Salah satu
karya Agnes Jessica yang berjudul Bidadari bersayap birupun tak kalah
seru dengan karyanya yang lain, karya ini diawali oleh seorang gadis
bernama Maya dalam mengungkap jati diri pemegang sebuah bros bersayap
biru, yang masa lalunya berkaitan erat dengan Maya sendiri.Karya
ini lebih kepada reinkarnasi hidup beberapa kali seorang gadis dalam
penantiannya untuk bisa bersatu dengan kekasih yang dicintainya. Dalam
penggambarannya pun di sebuah buku harian yang ditemukan di rumah
tetangga Maya yang jadi kunci misteri masa lalu yang empunya Bros.Menurut
saya yang menarik di sini justru bukan kisah cinta Maya di zaman ini,
bukan kisah cintanya dengan pemilik rumah sebelah, tapi lebih kepada
menariknya buku harian yang dibaca Maya, di mana buku harian tersebut
memuat banyak kisah perjalanan seorang Maya di masa lalu yang
digambarkan dalam cerita berbagai negara.Agnes Jessica memang
hebat dalam penggambaran hubungan suami isteri, di buku tersebut
tidak terlihat vulgar tapi memang pas dengan kisahnya.Meski dengan
setting berbagai macam negara, otomatis kebudayaannya pun berbeda, yang
hebatnya Agnes Jessica meski tidak memperlihatkan perbedaan kebudayaan
dan semacamnya dia masih dapat menggambarkan dengan tepat yaitu tidak
terlalu terfokus pada negaranya melainkan pada personalnya, sehingga
pembaca pasti tidak terlalu berpikiran tentang tempat dan daerahnya
sehingga hanya terfokus pada sang Maya dan tokoh pembantu lainnya.
Bagus!Tapi yang membuat saya kurang puas, karena cerita di masa
lalunya hanya sedikit, padahal dengan membaca buku harian tersebut
pembaca seakan menikmati cerita pendek lainnya, seperti berberapa
cerita dalam satu buku, meskipun semuanya berkaitan erat.
Resensi lain tentang Bidadari bersayap biru