Saat permaisurinya, Arjumand Banu-Mumtaz-i-Mahal, Perempuan Terpilih
di Istana meninggal, Shah Jahan ingin membangun sebuah monumen yang bisa
mengungkapkan cinta sejatinya kepada
sang Ratu. Selama
dua puluh dua
tahun, dua puluh ribu manusia bekerja siang
dan malam untuk memenuhi
obsesi sang Sultan. Hasilnya adalah Taj Mahal, sebuah makam yang
dihiasi oleh emas, perak, dan perhiasan-perhiasan berharga. Novel
yang kuat ini mengisahkan Taj
dalam dua level paralel. Yang pertama
menceritakan kisah cinta penuh hasrat antara Shah Jahan dan Arjumand
hingga kematian sang Permaisuri melalui sudut pandang tiga karakter
utama-Arjumand, Shah Jahan, dan Isa—budak kasim kesayangan Arjumand. Yang
kedua mengungkapkan tahun-tahun berikutnya dalam pemerintahan Shah
Jahan, pembangunan Taj Mahal, dan perebutan berdarah takhta merak oleh
putra-putranya. Narasi yang mengungkapkan pembangunan Shah Jahan adalah
cerita tentang Murthi, seorang ahli kerajinan Hindu yang dikirimkan
sebagai hadiah kepada sang Sultan untuk memahat jali marmer yang
terkenal di sekeliling sarkofagus Arjumand. Dalam buku yang
rumit dan menarik ini, Murari tidak sekadar menuliskan kisah romantika
sejarah. Dengan apik, Murari juga berhasil menghidupkan kembali
masa-masa ketika kisah ini berlangsung: kemegahan sensual istana dan
kemiskinan tanpa akhir di India pada abad ketujuh belas,
masalah-masalah yang terjadi dalam
masa pemerintahan Shah Jahan, dan
konflik berkepanjangan yang selalu terjadi antara manusia yang berbeda
keyakinan.
Resensi lain tentang Taj : Tragedi Di Balik Tanda Cinta Abadi