Dikenal sebagai pelopor cerpen modern, Guy De
Maupassant menulis “
Kalung” (1885) untuk memberi pelajaran pada kemanusiaan
bahwa semua yang berkilau itu bukan selalu emas
dan bahwa ada yang lebih
penting
dalam hidup daripada sekedar pameran kemewahan eksternal. Seting
cerita mengambil tempat di Perancis abad
ke-19, tapi tema cerita melampaui abad
ke-19 dan memiliki daya tarik dan makna universal.
Kisah
ini tentang seorang suami, yang bekerja sebagai juru tulis kantor, dan istrinya (Madame
Moiselle Mathilde Loisel), merupakan bagian dari masyarakat kelas menengah di
Perancis. Keduanya diundang ke suatu pesta mewah, yang dihadiri oleh anggota
masyarakat kelas atas dan kaya di Perancis.
Mathilde jadi sedih mendengar undangan itu karena
dia tidak memiliki pakaian
yang bagus. Keduanya membeli baju bagus dan mahal untuk pesta itu. Tapi
Mathilde merasa dia memerlukan perhiasan untuk melengkapi pakaiannya. Dia meminjam kalung berlian dari seorang temannya
yang kaya, Madame Moiselle Forestier. Mathilde sangat menikmati pesta itu dan
semua
orang memujinya dan dia betul-betul merasa menjadi salah satu dari
orang-orang kaya dan terkenal itu. Dia disukai dan dihargai oleh para tamu dan
ini membuatnya sangat bahagia.
Lika-liku cerita terjadi setelah pesta
selesai dan pasangan itu kembali ke rumah, dan mengetahui bahwa kalung itu
hilang. Keduanya mencari-cari ke semua tempat yang mungkin, tapi hasilnya nihil. Mathilde
tidak ingin memberitahu temannya bahwa kalung itu hilang dan dia meyakinkan
suaminya untuk mengganti kalung itu, meskipun
itu berarti berhutang kepada orang lain. Mereka membeli kalung baru yang persis
sama dengan kalung aslinya, dan itu membuat mereka terbelit dalam hutang yang
butuh waktu 10 tahun untuk melunasinya. Sepuluh tahun yang berat itu merampas keindahan,
kebahagiaan dan tahun-tahun terbaik pasangan itu karena mereka terjebak dalam
usaha mengembalikan hutang itu. Perjuangan dan ketegangan yang harus mereka
lalui membuat Mathilde menua dengan cepat. Suatu hari dia bertemu sahabat
lamanya yang meminjamkan kalung itu dan menceritakan hal yang sesungguhnya
terjadi, serta bagaimana dia harus berjuang melunasi hutangnya. Sahabatnya
sangat kaget mendengar hal itu karena kalung itu sebenarnya tidak asli, hanya
imitasi. Harganya hanya 500 francs, sementara suami istri itu harus membayar
3600 march untuk itu.
Moral
cerita kelihatannya adalah, jangan pernah berdusta kepada orang lain, dan juga
jangan memamerkan lebih dari yang
kita miliki. Maupassant kelihatannya ingin
menekankan pada kita untuk menunjukkan jati diri kita yang sesungguhnya kepada orang
lain serta jangan mengejar hal-hal di luar jangkauan kita. Bukan uang dan
status dalam masyarakat yang membuat kita dihormati, tapi karya yang baik dan
nama baiklah yang menentukan posisi kita dalam masyarakat. Juga
nampak jelas dalam cerita ini bahwa meminjam bukanlah kebiasaan yang baik dan
dapat menjerumuskan kita ke dalam masalah.
Resensi lain tentang Kalung