Halaman Utama Shvoong > Buku > Kiat dan Strategi Menjadi Investor Piawai

.

Kiat dan Strategi Menjadi Investor Piawai

Summary rating: 5 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Tedy Fardiansyah
Review by : JakaTarub
Kunjungan : 254  kata: 900   Diterbitkan di: Februari 27, 2008
Kiat-kiat investasi
pada deposito, saham, obligasi, valas, emas, reksadana, dan
derivatif. Demikian subjudul buku terbitan PT Elex Media Komputindo,
2002 ini. Buku ini merupakan kumpulan artikel tentang investasi yang
pernah dimuat Koran TEMPO pada 2001. Dengan
membaca buku ini, kita sadar betapa pentingnya melakukan investasi
dan memahami keuntungan dan risikonya. Lebih penting lagi, melalui buku ini, kita memahami
kiat-kiat berinvestasi di berbagai instrumen.





Diawali dengan
artikel ”Tujuh Kiat Menjadi Investor Sukses”, penulis buku ini,
Tedy Firmansyah, membeberkan tujuh kiat sebagai berikut. Pertama,
jangan pernah membeli instrumen investasi yang tidak Anda mengerti.
Kedua, jangan pernah mengabaikan risiko suatu instrumen investasi.
”No investment without risk”, ini yang harus kita camkan. Sebab,
setiap investasi selain menawarkan keuntungan, juga diselubungi
risiko. Yang penting adalah bagaimana menyesuaikan dengan tingkat
toleransi terhadap risiko. Ketiga, hindari investasi yang mengenakan
komisi-komisi dan biaya manajemen yang tinggi. Kiat keempat, do not
pull all your eggs in on basket (jangan letakkan semua telur Anda
dalam satu keranjang). Maksudnya, menginvestasikan dana pada berbagai
instrumen investasi. Jika nilai satu investasi anjlok, investasi yang
lain bisa saja naik, sehingga bisa mengurangi risiko. Kelima, jangan
mengambil keputusan dalam kondisi panik. Kiat keenam, jangan terlalu
percaya bahwa Anda akan sukses jika mengikuti prediksi dan spekulasi
para pakar dan analis. Ketujuh, jangan mencampurkan dana investasi
Anda dengan dana untuk kebutuhan transaksi dan untuk berjaga-jaga,
oleh karena akan mengacaukan kondisi keuangan Anda.




Sebagaimana kiat
pertama, kita dianjurkan untuk mengerti betul instrumen investasi
sebelum melakukan investasi. Nah, instrumen investasi yang dipaparkan
di buku ini adalah pertama deposito (deposito berjangka dan
sertifikat deposito). Ini instrumen yang relatif paling aman. Tips
bila Anda memilih instrumen ini, pertama jangan lupa bernegosiasi
dengan bank penerbit untuk mendapatkan tingkat bunga yang lebih
tinggi. Kedua, jangan tergiur pada bank yang menawarkan tingkat bunga
tinggi melewati jaminan pemerintah. Ketiga, pilih bank yang punya
akses cepat dan mengenakan biaya penalti terkecil. Keempat, pilih
bank yang menghitung bunga dengan tingkat bunga harian, karena hasil
yang diperoleh akan lebih maksimal. Kelima, pertimbangkan jangka
waktu yang Anda pilih dan sesuaikan dengan tingkat likuiditas yang
Anda perlukan.


Instrumen berikut
adalah saham. Instrumen ini memang penuh dengan ketidakpastian alias
risiko. Risikonya, antara lain, mungkin saja harga saham bukannya
naik tetapi malah turun atau perusahaan tidak membagikan deviden (hlm
36). Karena itu, seorang investor harus mengetahui posisi
preferensinya terhadap risiko dalam menentukan perimbangan yang
optimal antara E(r) dan risiko dalam investasi saham. E (r) adalah
tingkat imbal hasil harapan. Jika tujuan investor membeli saham
hanyalah untuk mendapatkan deviden, harus dipertimbangkan saham-saham
yang mempunyai dividen yield. Jika investor tidak mengharapkan
deviden dalam jangka pendek, bisa dipilih saham perusahaan yang
tingkat pertumbuhan labanya tinggi, yang biasanya tidak membayar
dividen dalam jumlah relatif kecil karena laba yang diperoleh
perusahaan diinvestasikan lagi. Dalam jangka panjang investor
diharapkan akan memperoleh pendapatan dalam bentuk kenaikan harga
saham.




Berikut adalah
instrumen Reksadana—dalam buku ini diuraikan di bagian tiga: Kiat
Investasi pada Reksadana. reksadana diartikan sebagai suatu wadah
yang mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk unit penyertaan
(UP) untuk dikelola oleh perusahaan manajer investasi (MI). Dana
yang terkumpul diinvestasikan ladi di pasar modal dan pasar uang.
Keuntungan yang ditawarkan Reksadana: 1) murah, sehingga investor
dengan dana minim bisa ikut berinvestasi di pasar modal. 2) Sangat
likuid, UP bisa dijual kapan saja dan MI wajib membeli sesuai Nilai
Aktiva Bersih 3) Diversifikasi secara otomatis. 4) Dikelola oleh MI
profesional. 5) Lebih aman, karena dililit peraturan untuk melindungi
investor. 6) Transparan. 7) Fleksibel terhadap risiko (hlm73-74).
Walau demikian, Reksadana juga ada risikonya. Pertama, risiko
turunnya nilai aktiva bersih. Kedua, risiko yang berhubungan dengan
risiko pertama, yaitu risiko yang disebabkan kondisi ekonomi dan
politik. Ketika, risiko likuiditas. Keempat risiko karena peraturan.


Setelah mempertimbangkan
keuntungan dan risiko, penulis buku ini memaparkan tujuh kiat memilih
merek Reksadana, antara lain perhatikan gaya investasinya yang akan
berpengaruh pada keuntungan dan potensi risiko yang akan Anda
tanggung. Kedua, pastikan Anda memilih MI dengan kredibilitas dan
integritas tinggi.


Bagian keempat buku
ini menguraikan kiat investasi pada obligasi. obligasi adalah surat
utang jangka panjang dengan nilai nominal dan waktu jatuh tempo
tertentu yang diterbitkan oleh suatu lembaga (perusahaan swasta,
BUMN, dan pemerintah pusat/daerah). Risiko obligasi, pertama, risiko
tingkat bunga. Jika tingkat bunga naik, harga obligasi akan turun.
Kedua, risiko gagal bayar. Bisa saja penerbitnya gagal untuk membayar
kupon ataupun pokok pinjaman. Ketiga, risiko pembelian kembali.
Keempat, risiko nilai tukar.



Kiat investasi pada
valas dan emas—sebagaimana diuraikan pada bagian lima buku
ini—kiranya penting untuk dimengerti. Pergerakan
mata uang sangat berfluktuasi bahkan bisa gonjang-ganjing karena
sejumlah faktor. Nah, emas merupakan alternatif di saat rupiah
gonjang-ganjing sebab emas tahan terhadap inflasi dan harganya terus
naik; dalam setahun bisa 20 persen. Pertimbangan dalam investasi
dalam bentuk emas; sering kali emas perhiasan tidak disarankan dalam
berinvestasi. Kalaupun Anda investasi emas perhiasan: belilah emas
perhiasan 24 karat, mintalah garansi bahwa toko itu bersedia
membelinya kembali sewaktu Anda ingin menjualnya. Karena bisa saja
toko emas itu akan menolak membeli emas Anda atau membeli dengan
harga yang lebih murah, atau toko emas sering mempersoalkan asal emas
(emas asal Yogya dibeli murah di Jakarta). Kedua, koin emas ONH
(ongkos naik haji) 24 karat, bersertifikat, dikeluarkan Perum
Pegadaian. Harga emas ini sama dengan harga emas di pasar. Ketiga,
emas batangan, dijamin kemurniannya, bersertifikat, dan mudah untuk
dijual lagi, bisa didapatkan di toko emas ternama atau di perusahaan
emas tertentu.



Resensi lain tentang Kiat dan Strategi Menjadi Investor Piawai
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------