Sebelum menjadi nabi, Muhammad adalah seorang pedagang sukses yang
dijuluki Al Amin. Lebih dari 20 tahun beliau berkiprah
di bidang
perdagangan, sehingga mampu membangun jaringan bisnis hingga ke
Yaman, Syria, Irak, Yordania
dan kota-kota lainnya di Jazirah Arab.
Karirnya meningkat setelah dipercaya sebagai mudharib (fund manager)
seorang saudagar besar bernama Khadijah. Dalam Sirah Halabiyah
dijelaskan bahwa Muhammad sempat melakukan empat lawatan
dagang untuk Khadijah.
Selain perjalanan bisnis, dia
juga terlibat dalam urusan dagang
yang besar, selama musim-musim haji di festival dagang Ukaz dan
Dzul Majaz. Sementara di luar musim haji, Muhammad sibuk mengurus
perdagangan grosir pasar-pasar kota Mekkah. Dalam menjalankan
bisnisnya, dia menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang
jitu dan andal sehingga bisnisnya tetap untung dan tidak pernah
buntung.
Prinsip-prinsipnya, antara lain jujur, setia dan profesional.
Dengan prinsip-prinsip etika bisnis tersebut, dia berhasil meraih
kepercayaan konglomerat-konglomerat Arab. Inilah dasar
kepribadian dan etika bisnis yang dipraktekkan Muhammad sehingga
bisa menjadi semacam money magnet bagi taipan-taipan Arab
kala itu, di samping juga menjadi medan magnet yang mempengaruhi
orang-orang yang ada di sekitarnya, dan masyarakat Arab pada umumnya.
(hal 31-32)
Buku karya La Ode Kamaluddin ini merupakan lanjutan dari buku 14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW Membangun Kerajaan Bisnis.
Di dalam buku ini Kaimuddin memaparkan 12 rahasia
bisnis Rasullah.
Antara lain, menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga;
berpikir visioner, kreatif dan siap menghadapi perubahan; pintar
mempromosikan diri; menggaji karyawan sebelum kering keringatnya;
mengutamakan sinergisme; berbisnis dengan cinta; serta pandai
bersyukur dan berucap terima kasih.
Selain memaparkan 12 rahasia bisnis Rasulullah, Kamaluddin juga
memberi penekanan khusus pada pentingnya menjaga amanah. Sebab
kesuksesan Rasulullah tak bisa lepas dari keberhasilannya menjaga
kepercayaan (amanah). Itulah modal terbesar yang tak bisa
ditawar-tawar jika kita ingin sukses dalam berbisnis seperti
Rasulullah.
Dari berbagai hadis dan sejarah hidup
Rasulullah (sirah nabawiyah),
Kamaluddin menemukan beberapa inspirasi yang dapat menjadi teladan
bagi para pebisnis. Pertama, penjual tidak boleh mempraktekkan
kebohongan dan penipuan menyangkut barang yang dijual kepada
pembeli.
Kedua, penjual harus menjauhkan sumpah yang berlebihan dalam
menjual suatu barang. Dalam mengiklankan produk atau jasa, tidak
dibenarkan melakukan pembodohan dengan cara berdusta.
Ketiga, hanya dengan sebuah kesepakatan bersama, atau dengan
suatu usulan dan penerimaan, suatu penjualan akan sempurna.
Keempat, Rasulullah melarang dengan tegas adanya monopoli dagang.
Mengutip ceramah seorang dai kondang yang juga pebisnis sukses,
Kamaluddin menjelaskan bahwa bisnis bagi Rasulul
Resensi lain tentang Rahasia Bisnis Rasulullah