Halaman Utama Shvoong > Buku > Go Ask Alice

.

Go Ask Alice

Pengarang : anonim
Review by : fitria
Kunjungan: 31
kata: 600
Diterbitkan di: Februari 11, 2008
Belum ada
angka yang pasti, berapa jumlah nyata remaja korban obat-obatan
terlarang ini di Indonesia. Fenomena gunung esnya itu emang bisa bikin
kita terkejut, kalau data dari Yayasan Cinta Anak bangsa yang
menyatakan, kota Yogya sebagai kota terbesar yang remajanya sebagai
pecandu. Nyatanya Kota Pelajar itu membuat kita berhenti tertawa dengan ungkapan tadi di atas. Buat
apa sih, kita bersusah payah baca diary seseorang yang tidak kita
kenal. Untuk apa juga penerbit, mau maunya nyetak buku yang isinya
cuman catatan harian doang? Emangnya dia itu Anne Frank, anak Yahudi
yang punya diary yang jadi sumber sejarah? Who is Alice, anyway? Well, Alice could be anyone, could be somebody (as) you know.
Buku ini jadi sangat menariknya karena Alice itu bukanlah siapa-siapa.
Nyantumin diri sebagai anonim, bikin buku ini jadi buku superstar
menjelang masuknya milenium baru kemaren. Buku yang kita bahas
ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama,
dari buku aslinya, Go Ask Alice. Lalu ditambahin embel-embel taglines :
“Buku Harian Seorang Remaja Pecandu Narkoba” plus anak kalimat ‘sebuah
kisah nyata’ yang terkesan bombastik. Oke, lah, saatnya kita
berkenalan dengan penulis buku harian ini. Siapapun namanya, dia adalah
remaja, yang genap berusia 15 tahun pada tanggal 20 September. Punya
orang tua yang sejahtera, yang sangat mengasihinya, punya rumah yang
bagus, hampir tak ada celah untuk bilang: dia tidak bahagia. Itu
di bagian luarnya saja. Selintas, temannya banyak, kadang masih bisa
berkumpul dengan teman di sebuah pesta sekolah, nyaris seperti layaknya
remaja kebanyakan lah! Tapi, sebenarnya dia sangat tertekan,
penyendiri, sulit untuk mengendalikan diri, hingga ke soal kecil
asmaranya dengan Roger yang akhirnya menyebabkan dia terjangkit
penyakit self-destructive romance. Pokoknya, yang terjadi di dalam lebih kompleks ketimbang gayanya yang terkesan remaja yang anteng. Dari
bahasanya, buku ini ditulis oleh remaja yang aslinya periang. Lalu,
ngerambat ke dalam isinya, lembar demi lembar, bisa bikin merinding.
Ketika dia depresi berat, dirawat karena pengaruh lysergic acid
diethylamide (LSD) di rumahsakit ketergantungan obat, dia menulisnya
tanpa tanggal yang tak tertera. “…Aku masih suka dihantui
cacing-cacing, tapi aku sedang mencoba mengendalikan diri…..
Kadang-kadang mereka begitu nyata, bahkan aku merasakan kehangatan dan
licin tubuh mereka yang lembek dan gendut….dan setiap kali hidung atau
salah satu bekas lukaku terasa gatal, aku mesti berusaha keras menahan
diri supaya tidak menjerit-jerit minta pertolongan…” (hal 149) Kehancuran
fisik akibat pengaruh obat-obatan bukan hanya merontokkan rambutnya.
Rautnya yang dulu ceria menjadi sembam, kerontokan gigi, dan silakan
baca sendiri sejumlah akibat lainnya, pasti merinding! Asliii!! Buku
ini jadi lebih menarik lagi karena isinya hanyalah sebuah diari. Emosi
si penulisnya masuk ke dalam tuturan bahasanya. Kebimbangan saat baru
saja menolak tawaran teman dengan, “Ah, tidak terima kasih,” itu
dilanjutkan dengan rasa penasaran khas remaja banget, dan sejumlah
dilema seputar pergaulan dan lingkungan. Tanpa maksud menggurui, buku
yang tidak mencantumkan nama asli, tahun kejadian, dan tempat yang
spesifik diganti, atau disamarkan itu, membuat kita dekat dengan jalan
ceritanya. Jujur, apa adanya, dan kena! Saat dia bertahan, dan
jatuh lagi ke jurang yang sama, dan jatuh lagi, diari inilah yang jadi
peri pelindungnya. Buku setebal 187 halaman ini mencatat bagaimana dia
bertahan, dan tetap bisa berdialog dengan dirinya sendiri, agar
tetap punya semangat untuk hidup. Dia meninggal dunia, setelah tiga
minggu berhenti menulis diari bertanggal 21 September. “Dulu
kupikir aku akan membeli buku harian lain setelah kamu penuh, atau
bahwa sepanjang hidupku aku akan selalu menulis di buku harian. Tapi,
sekarang rasanya aku tidak ingin lagi….” Tulisnya terakhir kali. Buat
saya, Go Ask Alice, the fabulous book.
Go Ask Alice  oleh  anonim    2008 
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.