Halaman Utama Shvoong > Buku > If Only It Were True (Andai Ia Nyata)

.

If Only It Were True (Andai Ia Nyata)

Pengarang : Mark Levy
Review by : fitria
Kunjungan: 27
kata: 600
Diterbitkan di: Februari 11, 2008
"Yang akan
kukatakan ini tidak mudah dimengerti, mustahil dipahami, tetapi kalau
kau bersedia mendengarkan ceritaku, kalau kau mau menaruh keyakinan
padaku, barangkali akhirnya kau akan percaya. Dan itu sangat penting
karena tanpa kausadari, kau satu-satunya orang di dunia dengan siapa
aku dapat berbagi rahasia ini."Gak akan ada yang bisa
percaya kalo manusia bisa jatuh cinta sama hantu. Malah bukan hantu,
tapi setengah hantu. Sosok yang belum meninggal, masih koma, tapi udah
‘gentayangan’. Paling nggak, Arthur sendiri yang mengalaminya gak
percaya kalau dia bisa melihat ‘makhluk halus’ yang cantik.Arthur
adalah seorang arsitek yang baru pindah apartement, tiba-tiba suatu
malam dikagetkan dengan sesosok perempuan yang ‘bertengger’ di
lemarinya. Hampir dia kira perempuan itu gila, kalau saja perempuan itu
gak cepat-cepat menunjukkan buktinya. Dan, kebalikannya malah Arthur
yang dikira gila oleh orang-orang di sekelilingnya karena sering
terlihat bicara sendiri.Perempuan itu, adalah Lauren, seorang
calon dokter dengan masa depan yang cemerlang. Sosok yang ceria, penuh
percaya diri, giat bekerja dan keras kepala. Di suatu pagi yang
menjanjikan keceriaan, dalam perjalanan akhir pekan, Lauren mengalami
kecelakaan hebat. Mobilnya hancur, dirinya sempat dinyatakan meninggal,
sebelum akhirnya jantungnya tiba-tiba berdenyut kembali.Serangkaian
operasi dijalankan, tapi, malah mengakibatkan koma yang panjang bagi
Lauren. Enam bulan Lauren seolah sadar tapi hanya di dalam tubuhnya. Ia
‘berlatih’ untuk berpindah tempat, dan akhirnya sampailah ia ke
apartemennya.Mereka berdua ternyata bisa menjalani pertemanan
yang aneh itu. Arthur mulai percaya dengan sosok Lauren. Sampai
akhirnya, mereka harus dihadapi pada kenyataan bahwa rumah sakit tidak
mau lagi menanggung biaya pengobatan Lauren yang tidak pernah
menampakkan kemajuan.Dibantu Paul, rekan sekerjanya, Arthur nekat ‘menculik’ Lauren dari rumah sakit dan membawanya ke rumah masa kecilnya di Carmel.Di sanalah, sambil mengenang masa kecil dan sosok sang ibu, Arthur menyadari ia mencintai Lauren.Tapi,
gimana selanjutnya? Ketika polisi mencium adanya penculikan di rumah
sakti. Apa tetap membiarkan tubuh Lauren terkapar di ruang bawah tanah
tanpa perawatan yang berarti, atau mengembalikannya ke rumah sakit?
Detik-detik yang berlalu menjadi amat sangat berharga dalam kebersamaan
mereka.Nice love story. Harus segera nonton versi layar lebarnya – Just Like Heaven.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.