Siapa Bilang Kawin Itu Enak?
Summary rating: 1 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
49
kata:
600
Diterbitkan di: Februari 11, 2008
Hmmm… bener-bener judul buku yang bikin orang mengerutkan kening? Gimana nggak? Ada beberapa kemungkinan nih.(1)
Kalo dibaca sama orang yang baru mau married, yang terlintas mungkin,
“Aduh… ada apa dengan kawin?” Jangan-jangan malah bikin jadi batal
kawin atau yaa.. bikin rencana sedikit berantakan karena ‘parno’.(2) Dibaca sama pengantin baru… jawabannya: “Rasain aja sendiri… Mau tauuuuu aja…”(3) Pengantin lama… mungkin bilang, “Anak muda… tau apa sih soal kawin?”Tapi,
yang pasti, baca buku ini bikin gue terkikik-kikik sendiri. Gimana
nggak… sebagai pengantin baru… gue hanya bisa mengangguk-angguk penuh
arti melihat beberapa kemiripan beberapa cerpen dalam buku ini. Koq
bisa ya? Ternyata, permasalahan semua orang hampir sama. Seperti dalam
cerita “Siapa Bilang Kawin Itu Enak?” Mulai dari ngurusin undangan,
didandanin dari subuh, acara adat yang ribet dan lama, plus, acara
salam-salaman ke tamu yang banyak – yang belum tentu semuanya kenal.Buku
ini dibagi dalam lima bagian, yang masing-masing menggambarkan
fase-fase dalam hubungan antara sepasang kekasih menjelang pernikahan,
di awal-awal pernikahan, di tengah-tengah dan ketika ‘kejenuhan’ mulai
datang.Di buku ini, ya.. maklum sih, karena penulisnya
perempuan, ‘benar-benar’ menggambarkan sosok perempuan yang emang
kadang susah untuk dimengerti. Gimana sensitifnya perempuan untuk
masalah-masalah yang sebenernya sepele. Misalnya, berharap si cowok
bisa ngerti maksud yang tersirat tanpa harus dikasih penjelasan sama si
cewek. Seperti di cerita “Lamarlah Aku Seperti Mereka”.Tria
Barnawi gak hanya berkeluh kesah tentang cowok yang gak peka. Tapi,
juga ‘membongkar’ perilaku pengantin baru dalam menyesuaikan diri
dengan pasangannya. Kebiasaan-kebiasaan lama yang sudah
‘mendarah-daging’ jadi hal yang mengganggu ketika sudah menikah.
Seperti dalam kisah “Di Kamar Tidur”, menceritakan suami yang protes
dengan kebiasaan istrinya yang tidur menghadap tembok. Atau, dalam
menyesuaikan diri dengan selera makan pasangan seperti dalam cerita
“Ketika Lidah Jadi Masalah”.Secara keseluruhan, cerita dalam
buku ini menarik, menyegarkan. Kalo buat gue, buku ini adalah buku “Men
are from Mars, Women are from Venus” dalam bentuk ‘baru’, dalam versi
humor. Dan, cukup lengkap menggambarkan kehidupan para pasangan muda.
Mau yang ngambek, gregetan, yang sensitif gak jelas, cemburuan, sok
romantis… bahkan rasa bosan juga ada…Di akhir buku ini, gue bahkan bisa tersenyum dan berkata dalam hati, “I’ve been there”… hehehe.. and jadi kawin itu enak gak?