A Thousand Splendid Suns
Summary rating: 1 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
80
kata:
600
Diterbitkan di: Februari 11, 2008
Novel ini mengambil setting di Afganistan antara tahun 1964 hingga
tahun 2003. Tokoh utamanya adalah dua orang perempuan bernama Mariam
dan Laila. Keduanya berasal dari latar belakang yang berbeda, usia yang
berbeda, dan memiliki sifat yang bertolak belakang, namun sebuah
peristiwa akhirnya mempertemukan mereka dan membuat keduanya harus
menjalani berbagai kepedihan hidup ditengah situasi perang yang
memporak porandakan kota dimana mereka tinggal.Bab-bab pertama
pertama novel ini mengisahkan kisah Mariam, seorang harami (anak haram)
hasil hubungan gelap Jalil dan Nana, antara majikan dan pembantunya.
Karenanya Nana disingkirkan oleh keluarga Jalil dan tinggal di sebuah
desa terpencil bersama Mariam. Sedangkan Jalil hidup bersama ketiga
istri sahnya di Herat. Walau Jalil tak pernah mengakui Mariam sebagai
anaknya secara sah, namun seminggu sekali Jalil tetap mengunjunginya.Saat
Mariam akan berulang tahun yang ke 15, ia meminta agar ayahnya
mengajaknya menonton film Pinokio di bioskop milik ayahnya di Herat.
Jalil menjanjikannya. Namun malangnya saat yang dinanti-nantikannya
berbuah kekecewaan, ayahnya tak datang untuk menjemputnya. Mariam nekad
pergi sendiri menuju Herat untuk menemui ayahnya. Kenekatan Mariam
harus dibayar mahal, sepulang menemui ayahnya, Mariam menemukan ibunya
tewas gantung diri.Setelah ibunya meninggal, Mariam diasuh oleh
ayahnya. Namun bukan kebahagiaan yg ditemuinya. Ketiga istri Jalil tak
menerima kehadiran Mariam. Ia dianggap aib bagi keluarganya, karenanya
mereka mendesak Jalil untuk segera menikahkan Mariam dengan Rasheed,
seorang duda tua pengusaha sepatu di Kabul. Inilah taktik bagi ketiga
istri Jalil untuk menghapuskan jejak skandal memalukan suami mereka.
Membuang Mariam ke Kabul yang berjarak enam ratus limapuluh kilometer
dari Herat dengan menikahkannya.Mariam akhirnya menikah dengan
Rasheed. Awalnya tak ada yang meresahkan dalam pernikahan mereka
kecauli sikap Rahseed yang over protektif terhadap Mariam. Karena
Rasheed pernah kehilangan anak laki-laki dari pernikahannya terdahulu,
ia berharap memiliki anak laki-laki dari Mariam. Sayangnya harapan
Rasheed sirna karena berkali-kali Mariam mengalami keguguran. Sikap
Rasheed menjadi berubah, selalu murung dan lekas marah. Kehidupan
pernikahan mereka menjadi tak bahagia. Kesalahan sekecil apapun yang
dibuat Mariam membuat Rasheed tak segan-segan memukul, menampar, atau
menendang Mariam.Lalu ada pula tokoh Laila, seorang gadis
berusia sembilan tahun yang cerdas yang dilahirkan dari keluarga yang
sadar akan pentingnya pendidikan. Laila tinggal bersama ayah dan ibunya
di Kabul, dua orang kakak laki-lakinya gugur ketika berjuang bersama
Mujahidin melawan Soviet. Hal ini menyebabkan ibunya menderita
kepedihan yang amat dalam sehingga ibunya menutup diri dan nyaris gila.
Laila juga bersahabat dengan seorang pria yang bernama Tarig yang
seiring dengan bertambahnya usia mereka, mereka saling jatuh cinta.Ketika
Laila berusia lima belas tahun sebuah tragedi memisahkan Laila dari
keluarganya dan kekasihnya Tariq. Laila kemudian diasuh oleh Rasheed
dan Mariam yang rumahnya tak jauh dengan rumah Laila. Tanpa
memerhatikan perasaan Mariam, Rasheed akhirnya menikahi Laila dan
mulailah babak baru dalam kehidupan Mariam dan Laila. Awalnya Mariam
selaku istri yang dimadu membenci Laila, apalagi Rasheed semakin
merendahkan posisi Mariam dengan mengharuskan Mariam untuk melayani
segala keperluan Laila.Namun lambat laun kebencian Mariam pada
Laila luntur ketika akhirnya keduanya mendapat perlakuan yang kasar
dari Rasheed. Kekerasan dalam rumah tangga mewarnai kehidupan mereka.
Mariam dan Laila harus mengalami penderitaan yang berlipat, selain
mengalami penindasan dari suaminya sendiri, mereka juga harus bertahan
mengahadapi situasi diluar yang tidak menguntungkan bagi para wanita.
Kesamaan nasib yang mereka alami ini akhirnya melahirkan sebuah
persahabatan yang membuat mereka memiliki kekuatan untuk mengarungi
ker