• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Pria Romantis yang Didambakan Wanita

.

Pria Romantis yang Didambakan Wanita

oleh : JakaTarub     

Pengarang : Lucy Sanna dan Kathy Miller
Romansa yang baik sangat menggairahkan,
merangsang seks, dan melanggengkan usia pernikahan. Wanita sangat
mendambakan
pria yang romantis. Maka kenalilah tipe pria romantis,
dan bagi pria ada baiknya berlatih untuk menjadi romantis. Buku ini
menyajikan cara untuk menciptakan suasana romansa setiap hari. Pada
sampul belakang buku terjemahan berjudul asli How to Romance the
Woman You Love ini tertulis
bahwa isi buku ini didasarkan atas riset di Amerika, mengungkapkan
hasrat romantis wanita, untuk membantu pria memahami romansa secara
baru. “Anda dapat mengembangkan hubungan yang lebih dalam dan
bermakna dengan pasangan Anda—dengan cara yang sangat kreatif.”
Setebal 2003
halaman, buku terbitan 1997 (versi Indonesia) ini diawali pembahasan
tentang pengertian romansa, antara lain menekankan bahwa romansa
tidak hanya untuk wanita. Pria juga senang mengalami romansa. Tetapi
bila pria memulainya, wanita juga pasti akan mengikutinya. Di mana
menciptakan romansa? Di mana-mana. “Di mana mereka berada ataupun
yang mereka lakukan sama sekali bukan masalah, bila pasangan mereka
memberikan perhatian pada apa yang sedang terjadi, sebuah romansa
bisa terjadi. Dan romansa yang terjadi pada saat-saat seperti itu
selalu diingat” (hlm 4). Lalu, romansa seperti apa yang diinginkan
wanita? Ini akan terjawab pada bab 2. Berdasarkan survei, yang paling
penting adalah wanita menginginkan penegasan. Selain itu, “Banyak
wanita memberitahu kami bahwa mereka ingin merasa dicintai, dihargai,
dan dihormati.” Penghargaan tersebut bisa diungkapkan dengan
kata-kata. Dan, menurut para responden survei itu, “mereka ingin
mendengar penghargaan itu.” Bahkan yang sekecil-kecilnya, misalnya
suami menyatakan terima kasih atas apa pun yang dilakukannya, entah
bekerja sepanjang hari di kantor atau mengurus rumah tangga, atau
sekadar merapikan tempat tidur. Dengan ucapan terima kasih,
sedikitnya satu kali dalam seminggu, wanita merasa dihargai. Apalagi
jika kecantikannya diakui. Salah satu caranya, dengan mengatakan,
misalnya, “Rambutmu bersinar dengan cerah di bawah cahaya lampu.”
“Aku menyukai bagaimana matamu berbinar-binar ketika kau
tersenyum.” Jadi, menurut buku ini, jangan sekadar mengatakan,
”kamu cantik.”
Sentuhan adalah
dambaan setiap wanita. Ini masuk dalam daftar paling atas hasil
survei. Sentuhan tidak selalu dalam rangka seksual. Banyak wanita
yang tidak memperoleh cukup sentuhan. Apa saran buku ini? “Genggamlah
tangannya ketika Anda berjalan dengannya. Letakkan tangan Anda di
sekelilingnya. Sentuhlah pundaknya atau sikunya ketika Anda
menyeberangi ruangan untuk menyambutnya.... Sentuhlah rambutnya dan
katakan bahwa rambutnya sangat lembut dan baunya sangat harum.
Sentuhlah bajunya dan beritahukan kepadanya bawa warna itu sangat
cocok dengannya. Sentuhlah tangannya di seberang meja makan....”
Yang menarik di
buku ini, pada setiap bab diberikan contoh tindakan dan kegiatan
untuk mengasah jiwa romantis. Coba kita simak contoh tindakan
(berkaitan dengan seks) seperti tertulis di halaman 97: 1. Buatlah
daftar 10 hubungan seksual yang Anda sukai. Mungkin tempat untuk
berhubungan seks, posisi baru, saat-saat lain. Mintalah pasangan Anda
untuk membuat daftar yang sama, kemudian saling bertukar ide. 2.
Cobalah berhubungan seks dengan cara yang berbeda dengan yang pernah
Anda lakukan. 3. Berdasarkan apa yang Anda berdua suka, ciptakanlah
suatu gaya bercinta sendiri khusus untuk Anda berdua. 4. Sementara
berhubungan intim, tetaplah berfokus padanya. Sentuhlah dia. Peluklah
dia. Jangan tergesa-gesa. 5. Bukalah bajunya perlahan... beri waktu
untuk menghargai setiap bagian dari tubuhnya. Dan ketika Anda membuka
pakaiannya ciumloah kulitnya yang terlihat, sentuh, dan belai.
Lebih jauh tentang
seks, buku ini memberi tips: seks dengan makanan. “Saling menyuapi
ketika Anda melakukan hubungan seks.” Dan, Lucy Sanna—penulis
buku ini—mengingatkan untuk tidak melupakan afterplay. “Setelah
bersetubuh, tetaplah pada keintiman yang telah terjalin. Tetaplah
hadir sepenuhnya. Ini tidak hanya akan membuatnya senang saat ini,
tetapi juga akan menolong Anda untuk hubungan intim di lain waktu.”
Celakanya, banyak suami yang ngacir setelah berhubungan atau langsung
tidur. “Itu seperti selesai makan langsung pergi,” tulis seorang
wanita.
Tetap menjaga
keromantisan tidak hanya pada waktu pengantin baru, tetapi juga
ketika sang wanita sudah menjadi ibu dari anak-anak. Pada saat
seperti itu, sejak kehadiran bayi, karena naluri keibuan, si bayi
menjadi prioritas pertama seorang ibu, sampai bertahun-tahun yang
akan datang. Lucy Sanna dan Kathy Miller punya resep. “Anda
mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk menikmati ikatan
keromantisan dengannya bila Anda juga berhasil menciptakan ikatan
yang kuat dengan anak-anak.” Lucy menegaskan agar: Anda harus mampu
menyisihkan waktu sebagai satu keluarga. Saat-saat seperti itu tidak
hanya akan membekali anak-anak Anda dengan dukungan emosional yang
baik, tetapi juga membuat diri Anda dan pasangan Anda mengalami
kembali sebagai anak-anak.
Sekali-kali
pasangan suami-istri perlu mencuri waktu untuk pergi berdua saja,
tentu ketika anak-anak ada yang mengurus. Yang penting, anak-anak
mesti diberi pengertian bahwa ibu dan bapaknya perlu mempunyai waktu
bersama. Atau mungkin cuma satu jam dalam sehari untuk ngobrol berdua
saja. Atau kalau suami-istri bekerja semua, cari kesempatan untuk
berduaan pada saat makan siang. Nah, kalau anak-anak ada yang menjaga
(tentu yang bisa dipercaya), sesekali pasangan mencuri waktu
mengadakan perjalanan keluar dan akhir minggu. Kejutkan pasangan Anda
dengan bermalam berdua saja. Romantis, bukan?
Diterbitkan di: Januari 31, 2008

Komentar

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.