Gonjang-ganjing
bursa saham dunia, termasuk di Asia Tenggara, sekarang ini sebagai dampak resesi Amerika yang dipicu oleh kredit macet perumahan, makin membuat orang ingin tahu apa sebenarnya pasar modal, lalu bagaimana kita bermain di pasar modal. Banyak orang berpikir bahwa jika ingin berpartisipasi di dunia pasar modal, kita harus berkarir di pasar modal. Pendapat ini tidak seluruhnya benar. Karena orang tidak perlu berkarir sebagai pialang jika ingin berperan serta di pasar modal. Kita bisa menjadi
investor dan ini bisa menjadi pekerjaan baru. Apa syarat investor? Lalu apa keuntungan dan bagaimana risikonya? Pertanyaan yang juga penting adalah apa cara yang sehat dalam berinvestasi di pasar modal, sehingga kita bisa meminimalkan risiko dan meraih keuntungan tinggi? Buku ini menjawab semua pertanyaan itu. Ditulis oleh Sawidji Widoatmodjo, seorang wartawan, periset dan dosen, dan juga orang yang berpengalaman sebagai investment analist sebuah sekuritas di Jakarta dan menjadi konsultan Bursa Efek Jakarta, buku ini akan memandu pembaca untuk mengenali lebih jauh tentang pasar modal, sehingga buku ini penting untuk mereka yang ingin menginvestasikan uangnya secara modern dengan return (penghasilan) tinggi. Diawali pada bab satu, antara lain dengan memberikan pengertian pasar modal, bursa utama, dan over the counter market. Pengertian pada bab satu disambung pada bab berikutnya, yang menyajikan informasi mengenai apa dan bagaimana seluk beluk pasar modal, juga tentang fenomena kebangkitan pasar
modal Indonesia dengan berbagai implikasinya. Pada bab tiga, pembaca diajak masuk ke hal-hal yang bersifat teknis di pasar modal. Nah, pada bab ini Anda akan mengenal apa yang disebut dengan pialang, bagaimana memilih pialang agar investor bisa menarik manfaat dari penggunaan pialang itu. Tak lupa penulis buku ini juga memberi informasi tentang jenis-jenis pialang. Melihat dari judulnya, pasar modal yang dibahas di buku ini membatasi pada
investasi keuangan, dan itu hanya terbatas pada pasar modal, yaitu investasi pada surat-surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan atau bisa juga obligasi pemerintah. Dengan demikian pembicaraan tidak meliputi investasi keuangan di pasar uang. Apa saja surat berharga? Saham. Nah, kata ini hampir setiap hari kita dengar dari media. Saham secara sederhana saham dapat didefinisikan sebagai tanda pernyataan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Selembar saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik dari suatu perusahaan yang menerbitkan kertas (saham) tersebut sesuai porsi kepemilikannya yang tertera pada saham. Tapi, tahukah kita apa saja macam saham. Buku ini memberikan pengetian jenis-jenis saham, seperti yang terlihat di bab lima, enam, dan tujuh. Ada yang namanya saham biasa dan saham preferen. Yang terakhir disebut sekarang ini cukup mendapat sambutan masyarakat dan melahirkan produk-produk baru, misalnya adjustable rate preferred stocks dan money market. Komoditas lain yang diperdagangkan di pasar modal, seperti dibahas dalam bab delapan, adalah obligasi, yaitu kontrak antara pemberi pinjaman dengan yang diberi pinjaman. Kontrak ini diwujudkan dalam bentuk surat berharga. Jadi surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut memberikan pinjaman kepada yang diberi pinjaman melalui sebuah kontrak, dan akibat adanya kontrak tersebut pemberi pinjaman memiliki hak untuk dibayar kembali pada waktu tertentu dan dengan jumlah tertentu pula (halaman 106). Kemudian ada obligasi konversi (dibahas pada bab sembilan). Obligasi ini memiliki keunikan yaitu bisa ditukar dengan saham biasa. Jadi investor memiliki kesempatan untuk menukar obligasi konversinya dengan saham biasa, jika dinilainya, dengan menukarkan itu memberi keuntungan lebih besar daripada hanya diperang dalam bentuk obligasi biasa (hlm 130). Selain itu, komoditas yang diperdagangkan adalah opsi. Pada prinsipnya,
opsi adalah pemberian “hak” kepadapemegangnya (pembelinya) untuk melakukan sesuatu, pada waktu yang telah ditentukan, sesuai dengan perjanjian yang tertera dalam opsi tersebut (hlm 158). Berikutnya adalah waran (bab 12) yaitu hak untuk membeli saham biasa pada waktu dan harga yang sudah ditentukan. Dapat juga dikatakan waran adalah opsi jangka panjang. Waran ini diterbitkan dengan tujuan investor tertarik membeli obligasi yang diterbitkan emiten. Nah, bila Anda tak cukup banyak modal, tapi ingin berpartisipasi dalam pasar modal, Anda bisa memilih
Reksadana (mutual fund). Walau bukan hal baru, reksadana belum populer, sehingga kurang menarik investor. Reksadana merupakan salah satu bentuk dari perusahaan investasi sehingga merupakan buy side. Investasi pada reksadana adalah melakukan investasi yang menyebar pada sekian instrumen investasi yang diperdagangkan di pasar modal, seperti saham biasa, obligasi pemerintah, obligasi swasta dan yang lainnya dan juga di pasar uang seperti comercial paper, valas, Sertifikat Bank Indonesia, dan yang lain. Namun, investor tidak perlu membeli sekian banyak instrumen investasi tersebut. Investor cukup memiliki surat berharga, yang disebut sertifikat reksadana yang diterbitkan oleh manajer investasi (hlm 193). Nah, sekali lagi, investor dengan dana terbatas atau investor kecil bisa memilih reksadana, karena reksadana bisa menyediakan dua fasilitas. Pertama, membuat investasi mencapai skala ekonomis. Kedua, reksadana menyebabkan profesionalisme dalam berinvestasi. Kalau investor kecil yang diasumsikan sebagai investor awam, maka terlalu tinggi risiko yang harus dihadapinya, kalau mereka diberikan alternatif melakukan investasi langsung ke pasar modal. Faktor risiko memang selalu menyertai dalam kegiatan investasi. Yang terpenting adalah bagaimana meminimalkan risiko, salah satunya dengan memahami betul tentang cara berinvestasi yang sehat, seperti yang diuraikan dalam buku ini.
Resensi lain tentang Cara Sehat Investasi di Pasar Modal