Jika Britania anda anggap sebagai salah satu kiblat inovasi
desain grafis, cobalah ingat-ingat
beberapa poster era 1920an-1930an
yang mempromosikan sistem perkeretaapian terbaru kota London yang dikenal dengan sebutan "The Underground" (Bawah Tanah).
Poster-poster tersebut menampilkan grafis sistem jaringan keretaapi bawah tanah dengan tampilan garis-garis yang menghubungkan lingkaran merah yang tebal yang mengesankan suatu bentuk ilustrasi perkotaan yang berwajah masa depan (futuristik). Memang benar ada anggapan yang mengatakan bahwa Inggris agak lamban dalam menerima modernitas sebagai suatu kendaraan bagi iklan produk dan industri Britania. Sedangkan Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat telah lama meninggalkan ornamen dekoratif dan menggantinya dengan desain yang berkesan kokoh, industrial, dan teknik-teknik yang progresif.
Beberapa seniman grafis Inggris masih kuat memegang tradisi akhir abad ke-19nya. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Pada akhir dekade 1920an, beberapa desainer muda Inggris tidak hanya menerima metoda a la Eropa Daratan, namun juga menciptakan gaya mereka sendiri. Dengan dukungan organisasi perdagangan dan pemasaran Britania, poster, kemasan, tipografi, dan desain buku Inggris banyak yang berhasil merebut perhatian kalangan internasional.