Sehari Dalam Hidup Ivan Denisovich
Summary rating: 3 stars
2 Tinjauan
Kunjungan:
50
kata:
600
Diterbitkan di: Januari 06, 2008
Tak ada yang mengira bahwa kehidupan di tangsi antara periode 1938-1941 Uni Soviet bisa begitu menarik bagi para tahanannya. Ivan Denisovich - biasa dipanggil Shukhov- adalah seorang tahanan perang Uni Soviet yang ditangkap karena dianggap berkhianat pada negara. Shukhov yang sebelum ditangkap menjabat sebagai panglima perang Uni Soviet dianggap berkhianat karena menyerah pada angkatan perang musuh. Akibatnya, Shukhov pun dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara oleh pemerintah Rusia. Buku ini berkisah tentang berbagai intrik para tahanan untuk menghabiskan sisa masa tahanannya di tangsi dengan nyaman. Contohnya Shukhov, yang masih memiliki dua tahun sisa hukuman, berusaha menyelendupkan beberapa ons roti jatah makan siang untuk dinikmati dalam sel-nya. Kali lain, dia menyelundupkan sepotong kecil besi yang ditemukan saat kerja paksa dengan risiko ditahan di sel tertutup selama sepuluh hari jika ketahuan oleh sipir. Berbagai intrik lain seperti berusaha mendapatkan makanan tambahan, berpura-pura sakit untuk menghindari kerja, mengambil hati kepala regu, sampai berebut puntung rokok bekas tahanan lain tergambar dengan sangat real. Dalam buku ini, terdapat banyak tokoh dengan berbagai latar belakang. Selain Shukhov, masih ada Kapten; seorang mantan kapten kapal yang sangat ahli dalam astronomi dan baru saja dimasukkan dalam sel. Sang Kapten masih belum terbiasa dengan perlakuan semena-mena para sipir dan masih sering menyerukan nilai-nilai kemanusiaan. Ada pula Fetyukov, tahanan yang merangkap tukang sapu; seorang penjilat, licik, dan berusaha mendapatkan segala sesuatu dari orang lain. Di samping tokoh-tokoh tersebut, masih ada Tyurin - sang kepala regu-, Dua orang Estonia yang baik hati, Caesar, Pendeta, dan tokoh-tokoh lain. Buku ini secara khusus mengupas kekejian pemerintah Uni Soviet yang tidak memedulikan nilai-nilai kemanusiaan. Gaya bahasa yang digunakan oleh Ivan Denisovich sangat lugas, memperkuat kesan tersebut. Boleh dibilang, buku ini hampir sejenis dengan "Buku Harian Anne Frank" dalam versi yang lebih gamblang, jelas, dan lebih keras. "Sehari Dalam Hidup Ivan Denisovich" tak pelak lagi adalah salah satu masterpiece Solzenithski dan menjadi karya yang membuka mata dunia akan hal-hal yang selama ini tertutup.