Halaman Utama Shvoong > Buku > Tetralogi Laskar Pelangi: Andrea Tak Melawan Pasar

.

Tetralogi Laskar Pelangi: Andrea Tak Melawan Pasar

Summary rating: 2 stars 5 Tinjauan
Pengarang : Andrea Hirata
Review by : easternwriter
Kunjungan : 677  kata: 600   Diterbitkan di: Januari 04, 2008
Unik, begitulah sosok Andrea Hirata. Penulis novel Laskar Pelangi itu
berlatar belakang pendidikan ekonomi. Tapi dia juga meminati bidang
keilmuan (science). Belakangan dia menulis novel. Ternyata karyanya
laku keras dan mendapatkan pujian dari sejumlah pakar sastra.Seperti
yang diakui Andrea, Laskar Pelangi adalah kisah masa kecilnya. Masa
kecil di sebuah desa miskin di Belitong. Laskar Pelangi adalah novel
perdananya. Buku kedua, Sang Pemimpi, Seperti juga buku perdananya,
menjadi best seller.Tidak
seperti halnya para kritikus sastra yang memberikan pujian kepada karya
Andrea, Aulia Muhammad pagi itu membeberkan beberapa kekurangan kedua
novelnya. Pertama soal melawan pasar. Bagi Aulia karya Andrea tak
melawan pasar. Tapi sebaliknya, justru mengikuti pasar.Karya
yang ditawarkan Andrea juga tak baru. Hampir mirip-mirip yang disajikan
dalam serial tayangan islami, seperti yang tampak dalam buku kedua
Andrea, Sang Pemimpi, yang disebut oleh Aulia sebagai "pertobatan".Lakunya
karya Andrea, ditambahkan Aulia karena menampilkan keharuan. Termasuk
juga strategi penerbit yang menampilkan Andrea sebagai awam yang
menulis sastra. Orang menjadi ingin tahu. Ini seperti melejitnya nama
Feri atau Ikhsan peserta Indonesian Idol, yang menampilkan sosok anak
keluarga yang tak mampu. Bahkan untuk pergi menyaksikan aksi panggung
anaknya, ayah Ikhsan harus dengan menjual becak.Kemudian soal endorsement
atau catatan oleh para pakar, menurut Pemimpin Redaksi Suaramerdeka.com
itu membuktikan betapa tidak percaya dirinya seorang pengarang. Hal
lainnya, adalah soal pengkotak-kotakkan sastra menjadi beberapa jenis.
Menurut Aulia, tidak perlu membuat kategorisasi sastra, termasuk
kategori orang awam menulis sastra. Yang terpenting adalah karya itu
bagus, diapresiasi oleh pembaca.Bagi Aulia strategi apapun
halal dilakukan penerbit. Tapi yang jauh penting dilakukan penerbit
adalah bagaimana agar buku bisa murah. Yang penting karya itu
dibaca."Bagi saya karya itu dibaca saja sudah sangat senang," katanya.Oleh
karena itu, menurut Pemimpin Redaksi suaramerdeka.com itu tidak perlu
mendewa-dewakan karya. Bahwa karya ini bagus, penulisnya hebat.
"Pengharapan yang terlalu berlebihan atas suatu karya, seringkali
mengecewakan. Makanya biasa saja dalam menanggapi suatu karya. Secara
wajar," kritik alumnus Fakultas Sastra Undip itu.Menanggapi
kritik Aulia, Andrea mengatakan bahwa dirinya melihat pasar secara
praktis. Soal ketidakpercayaan pengarang, dirinya mengaku mulanya juga
tak percaya jika para pakar sastra memberikan pujian atas karyanya."Makanya,
saya pernah meledek seorang teman dari penerbitan. Saya katakan ada
tiga profesi yang tidak bisa dipercaya. Yang ketiga itu adalah
penerbit," ujar pengarang kelahiran Belitong, yang kini bekerja di PT
Telkom Bandung ini, sambil tersenyum lepas.Dalam acara "Bincang
dan Temu Penulis" yang digelar oleh LPM Hayamwuruk bekerjasama dengan
toko buku Toga Mas di Joglo Fakultas Sastra Undip (27/3) itu, Andrea
juga menyampaikan sekilas novel ketigasnya yang berjudul "Edensor".
Dalam kesempatan itu Andre membacakan abstraksi atau sinopsis dari
vonel ketiganya. Yang unik, kendatinovel ketiganya masih prelaunch,
tapi seperti yang tampak di banner yang dipajang oleh panitia,
ditampilkan juga sampul buku yang keempat."Apa anda bisa menikmati mengarang dalam waktu sesingkat itu, atau sebenarnya anda sudah menyiapkan sejak lama?Atau jangan-jangan anda memanfaatkan aji mumpung, mumpung lagi laku?" tanya Diantika, mahasiswa Sastra Indonesia Undip."Saya
sendiri juga tak tahu. Saya begitu cepat menyusun novel-novel itu. Saya
tak ada beban. Mungkin karena ini pengalaman saya pribadi," jawab
Andrea.

Resensi lain tentang Tetralogi Laskar Pelangi: Andrea Tak Melawan Pasar
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------