Halaman Utama Shvoong > Buku > Blog Marketing

.

Blog Marketing

Summary rating: 5 stars 3 Tinjauan
Pengarang : Jeremy Wright
Review by : FreeWilly
Kunjungan: 157
kata: 900
Diterbitkan di: Nopember 25, 2007
Sekitar
awal 2000-an, orang begitu bersemangat membuat situs pribadi. Demam
dotcom menjangkiti siapa saja, tak terkecuali mereka yang berprofesi di
luar dunia IT. Sekarang? Masih seperti itu. Tapi bukan situs atau website lagi obyeknya. Tren itu telah bergeser ke arah weblog, alias blog.
Prosedur pembaruan konten yang lebih mudah dari situs, serta arsipisasi
yang lebih fleksibel ketimbang email, membuat blog cepat menjadi
primadona di jagad maya.   Adalah Jeremy Wright, salah seorang yang meramalkan blog takkan sekedar menjadi tren sesaat. Blog tidak akan pernah mati, begitulah "sabda"-nya dalam buku berjudul Blog Marketing ini (halaman 326). Jadi merugilah mereka yang tidak berpartisipasi dalam blogging.   Dalam
beberapa tahun belakangan, "blogging" telah menjadi kata kerja baru
yang merujuk pada aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan blog, misalnya membuat, merawat atau memperbarui blog. Blogging bukan kegiatan iseng, mengingat mulanya blog hadir untuk alasan profesional. Bentuk klasik blog adalah log
(catatan) konvensional yang ditulis pegawai shif buat petugas jaga
berikutnya. Hingga hari ini, fungsi itu berkembang menjadi
bermacam-macam, apalagi pasca penemuan log yang bisa diakses online secara simultan, blog.   Beberapa perusahaan raksasa kini mendorong karyawannya untuk menjadi blogger (pelaku blog), demi mendekatkan brand
mereka pada masyarakat. Kesan perusahaan besar yang dingin dan tak
terjamah konsumen kecil pun luntur berkat keluwesan gaya komunikasi
mesin blog.   Wright, dalam Blog Marketing-nya menjelaskan bagaimana memaksimalkan blog bagi bisnis Anda. Inti buku ini tak jauh-jauh dari pembandingan budaya transmitting (memancarkan) dan engaging (melibatkan
diri). Banyak komunikasi perusahaan yang hanya satu arah, memancarkan
informasi ke pelanggan sebagaimana banalnya iklan. Dengan blog,
perusahaan dapat melibatkan diri pada pembicaraan dua arah yang
egaliter, tidak peduli yang berhadapan ternyata CEO dan seorang pembeli
eceran sekalipun.   Buku ini disegmenkan untuk blogger profesional (perusahaan), baik besar maupun kecil. Judulnya saja Blog Marketing. Kalau Anda tidak punya sesuatu untuk dimarketkan, maka buku ini rasanya bukan buat Anda. Tapi blogger personal tidak perlu buru-buru melirik buku lain, karena di buku ini pun banyak ditemukan tips dan filosofi blogging secara general.   Salah satu tips dari Wright yang bisa diterapkan siapapun ialah soal mengatasi negativitas. Entah Anda blogger personal (yang biasa menulis soal pacar, puisi, catatan harian) atau blogger yang mewakili perusahaan (katakanlah Anda seorang e-PR), suatu hari Anda pasti bersinggungan dengan negativitas.   Blogosfer (dunia blog)
mirip dunia nyata. Medianya saja yang maya, namun pada dasarnya kita
juga berkomunikasi dengan manusia, bukan mesin. Jadi sewaktu-waktu
konflik dapat terpantik. Gara-gara kita membuat kecewa orang lain, atau
blogger lain membuat kita tersinggung, misalnya.   Di matra yang lebih luas, blog
profesional, negativitas pun acap terbentuk. Alkisah, sebuah produk
gembok begitu terkenal lantaran ketangguhannya. Produsennya bernama
Kryptonite Locks. Eh, suatu hari seseorang menemukan sebuah rahasia
memalukan: Gembok perkasa itu ternyata bisa dibuka hanya dengan
sebatang pulpen. Dia lalu mem-posting (menulis blog) penemuan tersebut. Demikianlah informasi negatif itu menyebar liar (halaman 70—72).   Tidak seperti situs yang ada sedikit penundaan penyampaian, blog bekerja dalam waktu riil. Search engine (mesin pencari kata-kata) untuk blog pun kinerjanya jauh lebih banter ketimbang search engine situs. Bila kita mem-posting
sesuatu, beberapa detik kemudian siapapun yang terkonek internet akan
bisa melahapnya. Andai beritanya baik, tentu tak masalah. Namun
bagaimana dengan kasus gembok tadi? Faktanya, Kryptonite kehilangan
muka dan duit hampir secepat tombol "publish" diklik.   Apa
yang ingin disampaikan Wright yaitu: Inilah revolusi! Kenalilah, atau
Anda akan digilas. Kalau dulu seorang pelanggan yang komplain harus
menunggu beberapa saat untuk ditanggapi, atau beberapa hari atau pekan
(bahkan bulan) jika ingin masuk Surat Pembaca media cetak, dengan blog,
semua hitungan itu menyusut menjadi detik. Dahulu kala, seorang PRO
(public relations officer) punya banyak waktu untuk menunggu terbitnya
beberapa harian utama, di pagi hari, siang atau sore. Mereka memiliki
waktu yang lumayan lapang untuk mengguntingi koran-koran tersebut
sebagai bahan kajian.   Sekarang?
Sebuah komplain tentang sinyal CDMA yang jelek bisa hadir telanjang di
depan publik pada tengah malam, saat belum satu pun harian beredar.
Keluh kesah terhadap pelayanan bank dapat menyeruak saat tim PR-nya
bersiap-siap pulang kantor. Dan orang-orang pun bisa mengomentari
dan/atau mem-forward-nya dengan cepat. Perusahaan tak sadar, tiba-tiba saja berita buruk itu diketahui seluruh dunia.   Mujurnya,
kecepatan itu juga keuntungan. Dalam blogosfer banyak sekali alat yang
bisa membantu kita menyadap rasan-rasan orang tentang perusahaan kita,
dan kalau mau, mengawasi perusahaan kompetitor (baca: memata-matai) 24
jam. Tidak perlu satu per satu mencari di search engine segala komplain maupun komplimen tentang perusahaan. Dengan miliaran situs dan blog yang beredar di jagad maya, itu bukan hal yang bijak untuk dilakukan.   Jalan keluarnya biasanya dengan berlangganan feed untuk kata-kata tertentu. Feed adalah tulisan yang diambil dari blog tertentu yang otomatis dikirim ke desktop komputer atau inbox email kita tiap kali blog tertentu tadi mengalami perubahan atau penambahan konten. Jadi seperti berlanggan koran, Anda tidak perlu keluar rumah, feed-lah yang akan menghampiri.   Selain feed, buku ini membahas strategi berhadapan dengan negativitas dari segi kehumasannya. Buka bab 9. Detail sekali uraiannya di sana.   Ini
buku yang disarankan untuk memaksimalkan potensi blog bagi kepentingan
bisnis Anda. Ditulis oleh seorang konsultan blog yang kliennya terdiri
dari Ford, Microsoft, eBay, Business Week, dan masih banyak lagi
perusahaan besar lainnya. Karena memang bukan saatnya lagi
perusahaan-perusahaan berkomunikasi satu arah dengan pelanggan.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.