Halaman Utama Shvoong > Buku > STRATEGI JITU MELUNASI HUTANG

.

STRATEGI JITU MELUNASI HUTANG

Summary rating: 3 stars 9 Tinjauan
Pengarang : fathoni ; E-Books
Review by : fafan
Kunjungan: 312
kata: 600
Diterbitkan di: Nopember 07, 2007
Sudah lazim kita ketahui bahwa banyak diantara kita terlena oleh kemudahan dalam aplikasi pinjaman terutama kartu kredit , pinjaman tanpa agunan, koperasi simpan pinjam dan lain-lain. Dengan mudahnya kita melakukan registrasi pinjaman untuk berbagai keperluan yang terkadang tidak kita manage atau kita perhitungkan sebelumnya. Akhirnya setelah cair pinjaman yang kita dapatkan kebanyakan beralih fungsi untuk kebutuhan konsumtif yang sebenarnya belum kita perlukan. Dan itu terus berulanng dan berulang dari pemberi kredit satu ke pemberi kredit yang lain, terlebih untuk pegawai swasta ataupun pegawai pemerintah,hanya berbekal slip gaji dan serangkaian data pribadi , dengan mudahnya kita bisa mencairkan suatu pinjaman. Perilaku tersebut sering tidak kita sadari dan baru kita tersadar setelah cicilan kita membengkak dan kita sudah tidak mampu membayarnya lagi. Stress, pemasukan digerogoti cicilan sedang kebutuhan sehari-hari kocar-kacir.
Kebanyakan pada posisi seperti tersebut di atas ,orang mengambil alternative yaitu kembali berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar cicilan hutang yang lama, dan itu terus berulang dan menimbulkan efek domino dari permasalahan hutang ,akhirnya muncullah budaya yang disebut gali lobang tutup lobang. Alternative kedua yaitu mencoba melirik peluang dengan mencari penghasilan tambahan atau peluang usaha untuk menutupi kebutuhannya. Tapi cara kedua ini kebanyakan fatal,karena memulai usaha dengan kondisi psikologis yang tertekan dan ketiadaan modal secara financial, jadilah usaha sampingan tersebut malah menjadi membuang-buang uang dan boomerang bagi kita, dengan kata lain untung belum pasti , tapi rugi dan hutang bertambah itu pasti
Jadi apabila kita sudah berada dalam kondisi :
1. hutang menumpuk dan terus bertambah
2. kebutuhan sehari-hari kekurangan
3. bisnis sampingan gagal bahkan modal yang notabene juga hutang ikut amblas
4. stress dan tertekan karena ditagih
5. kondisi keluarga menjadi tidak harmonis
6. stress karena kita kerja di kantor setiap hari tapi tidak menikmati gaji (habis buat bayar cicilan)
, apakah masih ada jalan keluar. Masih adakah harapan untuk pulih???
Jawabannya masih bisa dan pasti bisa, karena badai pasti berlalu


Published & distributed by : gbtraffic@yahoo.co.id

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.