Halaman Utama Shvoong > Buku > Sebuah komentar dari A. J. Rao pada “Surat-surat untuk Seorang Penyair Muda” (Bagian Pertama)

.

Sebuah komentar dari A. J. Rao pada “Surat-surat untuk Seorang Penyair Muda” (Bagian Pertama)

Pengarang : Diulas oleh: Curious
Review by : Watkusenang
Kunjungan : 125  kata: 300   Diterbitkan di: Oktober 10, 2007
Surat-surat ini merupakan dokumentasi otobiografi penting yang memberikan suatu pemahaman yang lebih baik mengenai puisi-puisi Rilke.
 
Surat pertama Rilke (dari 10 surat yang ia tuliskan untuk si penyair muda) berkaitan dengan komentar untuk puisi-puisi berikutnya.
 
Surat ini diawali dengan menyatakan betapa sulitnya mengekspresikan sesuatu dalam kesenian tanpa menyebabkan kesalahpahaman. Di sini, ia menyatakan kekecewaannya sendiri. Banyak hal yang gagal diekspresikan, apabila hal-hal itu terjebak dalam jeda yang ada di antara kata-kata yang hadir. Keberadaan nan misterius yang berlanjut sepanjang perjalanan kehidupan.
 
Rilke lalu menyatakan bahwa ia lebih baik dengan jujur menyatakan bahwa si penyair muda tidak memiliki gayanya sendiri. Kebanyakan hal-hal yang disebutkan tadi telah jamak dikatakan, dan kenyataannya sulit untuk mengangkat masalah ini ke permukaan kecenderungan ekspresi manusia. Kecuali ada satu hal yang mampu menghindarkan seseorang dari tema-tema umum, serta beralih pada penggambaran imaji dari kehidupan sekitarnya, bahkan di saat momen-momen itu miskin akan kisah.
 
Tanyakanlah pada dirimu sendiri di jam-jam sepi malam hari: “Haruskah saya menulis?” ................Sebuah pekerjaan seni adalah baik bila hadir atas suatu tanggung jawab. Hal ini, pada kenyataannya, adalah esensi dari puisi-puisi Rilke.
 
Diam-diam, penyair ini menyatakan teori-teori perkembangan puitik yang sudah ada, hal-hal yang ditempatkan pada ketergantungan penuh akan teknik dan kemampuan berpuitik, serta yang disebut sebagai kemurnian akan subyek. Subyek-subyek untuk puisi, menurut Rilke, lebih digambarkan dari sumber-sumber yang sudah ada di dalam, ketimbang menjemputnya dari luar. Sebuah komponen penting dalam pengalaman puitik, dalam hal Rilke, adalah imajinasi yang sewaktu-waktu menjemput posisi sentral dari ide, menempatkan tema-tema yang telah dirancang sebagai latar tulisan. Pengalaman para pembaca sendirilah yang berpadu dengan atmosfer yang diciptakan oleh tulisan, dengan memfungsikan imaji-imaji yang telah akrab dengan keseharian, lalu diinvestasikan dengan signifikansi yang berbeda.
 Dengan cara inilah para pembaca menjadi lebih dekat dengan pengalaman-pengalaman Rilke.-

Resensi lain tentang Sebuah komentar dari A. J. Rao pada “Surat-surat untuk Seorang Penyair Muda” (Bagian Pertama)
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------