Perdebatan di publik telah menstimulasi ketertarikan dalam menemukan kompatibilitas yang lebih luas diantara rejim-rejim
pengelolaan hutan. Debat-debat tersebut sering menggambarkan
pilihan-pilihan
pengelolaan sebagai tawar-menawar antara komponen biofisik dan sosioekonomi dari ekosistem. Disini kami memfokuskan pada strategi-strategi pengelolaan yang khusus dan menekankan pada tujuan-tujuan yang luas seperti keanekaragaman hayati, produksi kayu, dan konservasi habitat sekaligus tetap menjaga nilai-nilai yang lain dari lahan hutan yang diinginkan oleh publik. Kami menilai Pernyataan berikut: Produksi komoditas (Kayu, produk hutan non-kayu) dan nilai hutan yang laian (keanekaragaman hayati, ikan dan habitat satwa liar) dapat dihasilkan secara bersamaan dari area yang sama dalam keadaan yang dapat diterima secara sosial. Berdasar pada penelitian terbaru di Pacific Northwest, kami menunjukkan terdapat alternatif-alternatif untuk mengelola ekosistem hutan yang menghindari arena pertentangan antara pilihan ''salah satu-atau''. Sebagian besar pekerjaan yang dibicarakan dalam buku ini menunjukkan dua aspek dari isu-isu kompatibilitas. Pertama, bagaimana berbagai praktek-praktek pengelolaan hutan berhubungan kepada suatu tatanan barang dan jasa yang berhubungan? Kedua, bagaimana pendekatan-pendekatan yang berbeda terhadap pengelolaan hutan mempengaruhi ekosistem yang secara relatif luas dan komplek?