Keutuhan korespondensi antara seorang intelektual handal dan salah satu penyair yang paling penting di abad ke-20 Sang pria akan menjadi penyair paling penting di abad ke-20; yang perempuan adalah poros para pemikir dan seniman-seniman Eropa. Upaya penerjemahan yang belum pernah dilakukan sebelumnya; penerjemahan
kumpulan -selama hampir 30 tahun- surat-surat
dari sepasang manusia.
Ini adalah kumpulan korespondensi antara penyair Rainer Maria Rilke dan Lou Andreas-Salomé, seorang penulis dan intelektual dalam 14
tahun pengasuhannya.
Hubungan pena yang bergerak dari hubungan antar kekasih ke suatu hubungan bimbingan dan tanggung jawab, di mana ada kaitan yang saling menyusul antara perasaan pribadi dan hal-hal lain yang bersifat literatur.
Kumpulan
surat ini dimulai dari masa pertemuan pertama mereka, berlangsung terus
pada hubungan yang tetap terjalin, hingga pada kematian Rilke pada tahun 1926. Rilke dan Salome menjadi padu dengan melalui segala cinta, sakit, kekecewaan, hasrat, dan kebutuhan-kebutuhan yang ekstrem – sembari saling menunjukkan arah dalam salah satu era peralihan kesenian yang paling berpengaruh dalam sejarah literatur di abad ke-20. Di luar kesakitan, jarak, dan keperitan emosi serta psikologi, mereka berhasil menunjukkan kemampuan diri melalui prosa terbuka yang luar biasa. Sebuah pertemanan yang kukuh dan signifikan. Dialog hati yang berlangsung lama, yang berbicara tentang cinta, kesenian, dan imajinasi sekaligus.
*16 ilustrasi
Resensi lain tentang Rainer Maria Rilke dan Lou Andreas-Salome: Sejalin Korespondensi