SEBAGIAN orang berpikiran dangkal beranggapan apabila kebudayaan telanjang telah menyebar luas, secara perlahan akan berubah
menjadi hal biasa dan tidak membangkitkan gairah
seksual.
Barangkali dari sisi seksual hal itu akan berubah
menjadi hal biasa. Akan tetapi,''dahaga'' kejiwaan tidak akan pernah terpuaskan dengan menyaksikan terus-meneruspemandangan yang membangkitkan gairah, bahkan akan semakin bertambah kuat. Jika benar anggapan mereka, maka penyimpangan seks bebas tidak akan terjadi di dunia barat. Akan tetapi, berdasarkan tulisan Plaintruth disebutkan, bahwa terjadi kasus pemerkosaan terhadap satu orang dalam setiap 34 menit. Berdasarkan majalah Amerika New York Times disebutkan bahwa setiap tahun puluhan ribu anak kecil di Eropa menjadi korban penyimpangan dan pelecehan seksual.
Di Turki yang 98 persen penduduknya Muslim, namun budaya Barat menyebar luas di dalamnya, berdasarkan data statistik pemerintah disebutkan bahwa di seluruh negeri terdapat 605 pusat pelacuran legal dan 565 pusat pelacuran illegal. Sebanyak 16.671 wanita pelacur dikenai sanksi. Sedangkan 209 gadis menjadi korban perkosaan.
Berdasarkan data statistik, di Inggris sebesar 41 persen wanita usia 16 hingga 30 tahun senantiasa ketakutan menjadi korban perkosaan. Lebih dari 11 persen wanita Inggris yakin bahwa suatu hari nanti dalam setahun mereka bakal menjadi korban pemerkosaan. 4 persen wanita waspada terhadap bahaya perkosaan. Dan tujuh persen wanita ikut serta dalam kelas pelajaran ilmu beladiri.
Data statistik ini membuktikan, kebudayaan merusak dan anti-jilbab merupakan faktor pembangkit gairah seksual dan pemerkosaan, tidak menyebabkan kebudayaan itu menjadi hal biasa.<>
KUNCUP bunga tertutupi oleh ''jilbab'' kelopak,sehingga tak seorang pun berhasrat memetiknya. Namun, tatkala ''jilbab'' kelopak mulai terbuka dan mekar, bunga diletakan di dalam sebuah vas. Selang beberapa masa, bunga itu pun layu dan dibuang ke tempat sampah. Wanita berjilbab bak kuncup bunga. Tak seorang pun berhasrat ingin ''memetik'' dan mengganggunya. Akan tetapi, ketika jilbab disingkirkan, wanita menjadi korban nafsu dan gangguan orang lain.<>