Halaman Utama Shvoong > Buku > Falling Man(Manusia yang Terjatuh): Sebuah Novel

.

Falling Man(Manusia yang Terjatuh): Sebuah Novel

Summary rating: 3 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Don DeLillo
Review by : rardita
Kunjungan : 133  kata: 600   Diterbitkan di: September 17, 2007
Ringkasan ini diterjemahkan dari Falling Man: A Novel
Momen titik balik yang menentukan bagi Amerika di abad 21 dilukiskan secara sempurna oleh pemenang National Book Award,  Dan DeLillo, dalam novelnya: The Falling Man(Lelaki yang Terjatuh). Buku ini mengambil judul dari sebuah foto yang menggemparkan  dari seorang lelaki yang entah melompat atau terjatuh dari Menara Utara pada peristiwa 9 September. Judul ini juga mengacu pada karya seorang seniman seni pertunjukan yang mencoba mereka ulang peristiwa tersebut.  Sang seniman mengikatkan dirinya pada sebuah kabel besi dan dari tempat yang lebih tinggi ia melompat. Hal ini dilakukannya di tempat keramaian seperti perlintasan kereta api atau sebuah balkon dan mengejutkan kerumunan yang lewat dengan posenya yang meniru adegan The Falling Man. Keith Neudecker, pengacara dan seorang yang selamat dalam peristiwa 9 September,  berdiri di depan pintu rumah istrinya, Lianne, yang sedang bermasalah dengannya, dengan tubuh berlumuran jelaga dan darah membawa tas kerja milik orang lain. Pada hari-hari dan minggu-minggu berikutnya, peristiwa-peristiwa yang berhubungan mulai terjadi, dimulai dengan menjauhnya sang istri dan anak bungsunya, Justin. Keith mulai terlibat affair dengan pemilik tas kerja dikarenakan persamaan nasib mereka yang sama-sama selamat dalam peristiwa serangan tersebut. Justin selalu memindai angkasa menggunakan teropongnya  untuk mencari “Bill Lawton” (ejaan salah dari Bin Laden) dan pesawat-pesawat penyerang lain. Lianne tiba-tiba menyadari bahwa Islam ada dimana-mana; dalam kartu pos kiriman temannya, musik yang disetel tetangga, dan ia mulai merasa takut dan marah dengan keberadaan Islam yang ada dimana-mana. Ia menjadi terobsesi dengan The Falling Man. Ibunya, Nina, memutuskan hubungan dengan kekasih Jerman-nya karena kepercayaan politiknya yang ketinggalan jaman. Singkatnya cara-cara lama dan masa lalu sudah hilang selamanya, Realitas baru telah merasuki kesadaran setiap manusia.  Realitas ini sedang berlangsung dan tampaknya tidak pas dengan keadaan. Keith dan Lianne mencoba untuk rujuk. Keith memulai pekerjaan baru sebagai pemain poker profesional; dan ketika Lianne menanyakan tentang masa depan pekerjaan barunya tersebut, ia berpikir, ada satu hal penting, manusia selalu membutuhkan kepastian, istrinya menginginkan dunia yang aman bagi dirinya sementara ia tidak. DeLillo juga menceritakan tentang Hammad, sorang pemuda yang ikut pelatihan terbang di Teluk, yang berkata:” Kami rela mati, mereka tidak. Inilah kekuatan kami, kami mencintai kematian, untuk merasakan menjadi syahid yang dipersenjatai.” Dia juga bertanya:” Tetapi apakah seseorang harus mengorbankan jiwa dan raganya untuk mencapai suatu tujuan di dunia ini?” Ia menjawab pertanyaan tersebut dengan cara menjadi salah seorang pembajak yang menabrakkan pesawat ke Menara Utara. Di bagian akhir buku, DeLillo membawa pembaca ke dalam Menara saat peristiwa penabrakan pesawat terjadi . Melewati teror, asap dan api, suara DeLillo terdengar teratur seperti metronom, melihat ulang apa yang terjadi dengan Keith saat ia melihat teman-teman dan rekan kerjanya terbakar dan mati, lari menuju tangga dan pada akhirnya selamat. Walaupun sebelumnya sudah ada beberapa novel berdasarkan peristiwa 9 September , tetapi tidak ada yang terasa begitu nyata, disusun secara rapi dan dan diceritakan secara apik seperti The Falling Man karya Dan DeLillo.

Resensi lain tentang Falling Man(Manusia yang Terjatuh): Sebuah Novel
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------