Fantastik!! Ialah kata yang terucap tatkala ada suatu metode baru, yang bermanfaat untuk sebuah kegiatan yang kebanyakan
orang malas untuk melakukannya. Quantum Writing merupakan cara cepat nan bermanfaat untuk merangsang munculnya potensi
menulis. Buku simple nan praktis yang ditulis dalam bahasa obrolan ini akan membuat para pembacanya bergairah untuk menulis. Ada banyak teknik yang sangat praktis untuk memunculkan potensi menulis secara gampang dan menyenangkan. Beserta dengan efek-penting yang ingin dicapai oleh buku ini yakni orang yang dapat menulis dan menjadi penulis, akhirnya, diajak untuk meraih tujuan yang sangat bermanfaat bagi para pembaca. Sebagaimana dinyatakan Woodman—“Banyak orang yang sedang melakukan perjalanan batin; mereka sungguh-sungguh berusaha memahami apa yang sedang terjadi di dalam diri mereka”—menulis, memang diposisikan oleh buku ini sebagai salah satu cara untuk “melakukan perjalanan batin”(hal 11).
Alhasil, menulis bukanlah perkara yang teramat sulit untuk dilakukan, dan bukan berarti pula terlalu mudah untuk dipraktekan. Butuh pengertian yang baik akan efek dari tulis-menulis itu! Sehingga aktivitas menulis dapat berjalan secara kontinu, tanpa pengaruh mood.
Dunia tulis-menulis tidak hanya ditujukan pada media massa dan atau sejenisnya. Kegiatan ini tidak harus pula berupa imbalan materi—bila kita telah menyelesaikan suatu tulisan tertentu yang dapat diperjual-belikan. Lebih jauh dari itu, pengarang—
melalui penelitian para ahli—menegaskan bahwa praktek menulis berpengaruh pada kesehatan: menjadi sehat!
Melalui buku ini, para pembaca diajak untuk melejitkan potensi menulis yang terdapat pada dirinya. Tak pandang bulu, baik itu pekerja, pelajar, maupun pengangguran dapat melakukannya. Dimana pun berada, usaha menulis akan selalu muncul. Karena menulis adalah salah satu bentuk interaksi dalam proses belajar.
Selain itu, buku ini membawa para pembaca untuk mengenali dirinya dan dunianya, tanpa harus terjebak lebih dahulu dengan persoalan, misalnya, penyusunan kata yang baik dan benar, ejaan sempurna, tanda hubung, dll. Kegiatan mengenali diri, melalui menulis dapat dilakukan dengan sangat bebas. Hal ini dimaksudkan agar ketika mengawali menuliskan sesuatu, setiap penulis dapat benar-benar mengeluarkan seluruh totalitas dirinya di atas kertas (hal. 9).