Identitas Budaya Kepulauan Riau
Sekumpulan Tulisan Budaya :
A.Kohar Ibrahim
Ahmad David Kholilurrahman
Aswandi Syahri
Hasanuddin WS
Hendri Anak Rahman
Lisya Anggraini
Muchid Albintani
Nurul F. Huda
Putu Wijaya
Penerbit: Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Riau
BUKU Identitas Budaya Kepulauan Riau yang merupakan sekumpulan tulisan budaya diterbitkan oleh Dewan Kesenian Kepri, Batam 2005
ini merupakan bahan pertimbangan yang cukup baik, sekaligus melengkapi kepustakaan sekaitan
dengan kehidupan Budaya Melayu Kepulauan Riau. Suatu pertanda signifikan dalam mengayomi tradisi yang baik di bidang tulis-menulis dan penerbitan yang sudah dipelopori kaum intelektual dengan sosok prominennya pujangga Raja Ali Haji.
Selain itu, motivasi penerbitan buku semacam ini, antara lain seperti diutarakan Pengantar Penerbitnya. Bahwa, kiranya, rangkuman ragam naskah di dalamnya akan « mampu menggugah, juga menggugat kesadaran kita, untuk melihat identitas budaya Kepri di kekinian. Dengan bekal sejarah masa lampau, sebagai spion untuk melangkah ke depan. »
Sedangkan Hoesnizar Hoed, Ketua Dewan Kesenian Kepri, menegaskan sebenarnya buku tersebut lahir sebagai salah satu pertanda
dari « sebuah kerisauan dan kegamangan ». Karena, dalam kehidupan yang adalah perjuangan – khususnya di bidang kebudayaan – untuk itu, « tidak ada upaya lain yang harus dilakukan, kecuali dengan berbuat dan terus berbuat dalam pengembangan kebudayaan yang di tapak sejarah Kerajaan Riau Lingga ini. »
Diakuinya, bahwasanya, mempublikasikan berbagai pemikiran-pemikiran yang terserak dari minda para budayawan di rantau Kepulauan Riau ini merupakah sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Namun demikian, selayaknya dilakukan oleh Dewan Kesenian, « yakni dengan mengumpulkan pikiran-pikiran yang terserak, tidak saja di tanah Melayu ini, tetapi juga dari tanah seberang, seperti A. Kohar Ibrahim yang sekarang bermukim di Belgia, Putu Wijaya dari Jakarta, Muchid Al Bintani, dari Pekanbaru dan lain sebagainya… ».
Buku setebal 138 halaman tersebut bersampul keren oleh Dedy Utomo, dengan penata-letak Anthox. *** (Akibr)
Resensi lain tentang Identitas Budaya Kepulauan Riau