Saujana Senja – Detak Batam Melayu Bangkit
Penulis: Dr Yusmar Yusuf, MPSI.
Penerbit: Komunitas Angin Taung, Batam
MAKIN tahu makin merasa kurang pengetahuan, pandang orang yang suka dunia dilanglang. Ada benarnya memang. Seperti sebagian dunia saja – seperti Dunia Melayu – yang ternyata cukup luas juga dan multiple segi-seginya yang bervariasi. Seperti ke-melayu-an Batam yang adalah bagian tak terpisahkan secara geografis maupun histories
dengan Kepri sebagai Provinsi.
memang belum cukup banyak risalah atau
buku yang ditulis mengenai Batam dengan ke-melayu-annya. Salah sebuah
dari padanya saya dapati dari rak buku isteri di Anggreksari, berjudul “Saujana Senja – Detak Batam Melayu Bangkit” oleh Yusmar Yusuf.
Buku yang diterbitkan oleh Komunitas Angin Taung, Batam, 2002, itu cukup informative. Dengan rangkaian
judul naskah isinya yang diedit oleh budayawan Hendri Anak Rahman dan Iffah Noer.
Pembaca
bisa menyelami alam pikiran dan perasaan sang penulis – dimulai dengan
Kata Pengantarnya sendiri yang menggelitik sekaligus bisa menggairah-gerah-kan di perjalanan pengenalan Batam lebih lanjut. Yang sudah sejak awalnya bersoal “Demam Batam” berkelanjutan judul-judul Tanah Gula, Negeri Pesolek, Bandar Bunga Alam Melayu, Walikota Itu, Berhati Rakyat, Temui Di Hati, Kearifan Populis. Sampai pada Bersua di Rempang, Kenduri Itu dan beberapa lagi: “Begitulah Begitulah!”
Iya, begitulah! Selaras kata Yusmar yang gemar menegaskan akan makna kata. Karena, memang sesungguhnya, “sejumlah tulisan yang terhampar dalam buku ini, tak lebih dari permainan kata dalam narasi-narasi pendek…” katanya. Kata yang dimaknai asalnya dari pengertian orang Arab: sihr atau syihir. Yang memang bisa memikat bisa terpikat. Dalam suasana kepedulian sekaligus keprihatinan kaum intelektual atas tanah tumpah darahnya atau tempat permukimannya. Tanah Melayu Batam. *** (Akibr)
Resensi lain tentang Saujana Senja - Detak Batam Melayu Bangkit