Batam Seks In The City Penulis: Markus Gunawan Penerbit : Yayasan Titik Cahaya Elka Dengan kata Pengantar
oleh Hasan Aspahani ( Seks dan Ajakan Berefleksi), dilengkapi Prolog oleh A Kohar Ibrahim (Prostitusi Kenapa Terjadi?) dan Epilog oleh Lisya Anggraini, buku yang diterbitkan oleh Penerbit Yayasan Titik Cahaya Elka , Batam 2007, ini Markus Gunawan mengetengah persoalan yang klasik namun actual dan factual. Buku yang menggelitik sekaligus bisa menimbulkan kegerah-gairah sekaligus menggugah-gugatan kehidupan masyarakat manusia, khususnya di Batam, Kepulauan Riau. Betapa tidak, jika disimak ragam permasalahan yang tak lain adalah ragam macamnya lagu
manusia sekait-fokus-kan
pada seksualita. Dijajar-jabarkan oleh Markus mulai
dari kisah Tatkala Apek-apek
jadi Raja Semalam, Dari Perselingkuhan Menuju erceraian¨; dari yang Putih Abu-abu, suasana yang Asing Yang Tak Jadi Asing sampai pada Panggung Sandiwara Isteri Simpanan dan kisah Wanita Yang Termarginalkan. Belum lagi Kisah Dormitory dan komedi-tragedi Batu Ampar, Ketika Sugi Jadi Susan. Untuk pada akhirnya, pemaparan Markus sampai pada Ketika Gelap Menjadi Terang. Meski secara tangkas pedas, fenomena kehidupan seksualita di Bata mini diimpresikan oleh penulis perempuan Lisya Anggraini, dalam epilognya, sebagai “Paradoks Prilaku Manusia” di Batam. *** (Akibr)
Resensi lain tentang Batam Seks In the City